"Lebih mulia tukang bakso dari pada tukang KORUPSI, tukang ADU DOMBA," unggah akun @mad***
Selain itu, salah satu pengguna Twitter mengaku bahwa dirinya punya pekerjaan sebagai tukang bakso. Ia pun mengucap terima kasih karena telah dihina profesinya.
"Saya Tukang Bakso. Menjadi tukang bakso bukan pilihan saya. Demi Tuhan saya mau seperti yang saya mau tapi saya tdk punya pilihan keahlian lain . Pernah mencoba jadi buruh bangunan tapi tdk berhasil ,mungkin bukan nasib saya. Terima kasih telah menghinakan." tulis akun @tsa***
Kritik pidato Megawati ini juga diutarakan oleh komika ternama Arie Kriting.
Arie Kriting tak terima dengan ucapan Megawati yang menyinggung soal kulit gelap orang Papua dan pekerjaan seorang tukang bakso.
"Kalau mau mewujudkan Bhinekka Tunggal Ika, ya harus beragam," tulis Arie.
"Gak ada urusan orang kulit hitam harus kawin campur sama yang lain,"
"Memangnya kenapa kalau orang kulitnya gelap? Memang kenapa kalau jadi tukang bakso?"
Di akhir tweetnya, Arie menegaskan bahwa perasaan sebagai ras superior harus dihilangkan.
"Perasaan sebagai ras superior ini kok ya masih dipelihara," tulis Arie Kriting.