Karena menurut Devie, di masa-masa remaja biasanya masa-masa yang memang mengidamkan kebebasan dan menghindari adanya tekanan dari figur-figur otoritatif.
“Mereka lebih senang kalau kemudian berbagai masukan nasehat dan sebagainya, di berikan dalam bentuk dialog yang menunjukkan bahwa kita memiliki kesetaraan dengan mereka, atau artinya mereka memiliki kesetaraan tidak dalam posisi sub kordinat, berada di bawah. Karena ketika kita bertindak seperti menggurui, maka mereka cenderung akan menghindar,” katanya.
“Inilah yang kemudian akan justru menjauhkan diri kita dari mereka sehingga kita tidak bisa lagi mengawal mendampingi agar apapun yang mereka lakukan tidak kemudian berujung menjadi hal-hal yang tidak positif dan tidak produktif,” timpalnya lagi.
Baca Juga:Tok! Bupati Ade Yasin Didakwa Suap Tim Auditor BPK Jabar Rp1,9 Miliar