SuaraBogor.id - Setelah menjadi pawang hujan di ajang MotoGP Mandalika pada 20 Maret 2022 silam, nama Mbak Rara semakin terkenal. Dia bahkan menjadi sorotan media luar negeri karena perannya sebagai pawang hujan.
Dia juga mendadak selebriti yang diundang ke acara-acara TV hingga podcast sejumlah artis.
Namun kemunculan Mbak Rara ini menuai pro kontra. Baru-baru ini bahkan Pesulap Merah menyenggol profesi Mbak Rara sebagai pawang hujan dengan membongkar trik yang selama ini kebanyakan dipakai pawang hujan.
Terlepas dari pro kontra tentang dirinya, yuk simak deretan fakta unik Mbak Rara pawang hujan yang sudah Matamata.com rangkum di bawah ini.
Baca Juga:Mbak Rara Tuntut Pesulap Merah Minta Maaf dalam Waktu 3x24 Jam, Bakal Dipolisikan Jika Diabaikan
1. Asal Usul
![Mbak Rara Si pawang Hujan [Youtube/dr. Richard Lee, MARS]](https://media.suara.com/pictures/original/2022/08/31/74919-mbak-rara-si-pawang-hujan-youtubedr-richard-lee-mars.jpg)
Mbak Rara ini masih memiliki keturunan darah biru dari keraton Yogyakarta. Dia memiliki nama lengkap Raden Roro Istiati Wulandari. Berdarah Jawa namun dia ternyata lahir di Papua. Sekarang malah dia tinggal di Bali.
2. Kenal Dunia Spiritual Sejak Kecil

Dunia spiritual dan mistis sudah dikenal Mbak Rara sejak kecil. Dia bahkan menyebutkan mendapatkan kemampuan seperti sekarang dari sang ayah. Wanita kelahiran 1983 ini belajar menjadi pawang hujan sejak usia 9 tahun. Jadi sebagai pawang hujan, pengalamannya sudah banyak dan sering menangani acara-acara besar, bukan hanya MotoGP Mandalika namun juga pernah terlibat di acara pembukaan Asian Games 2018 hingga vaksinasi massal yang diadakan pemerintah.
3. Agama
Baca Juga:Tak Terima Aksinya di Mandalika Disebut Cuma untuk Lucu-lucuan, Mbak Rara Somasi Pesulap Merah
![Mbak Rara Pawang Hujan [Instagram/@rara_cahayatarotindigo]](https://media.suara.com/pictures/original/2022/08/18/29179-mbak-rara-pawang-hujan-instagramatrara-cahayatarotindigo.jpg)
Banyak orang penasaran dengan agama Mbak Rara sebagai pawang hujan. Dia ternyata beragama Islam yang menganut kepercayaan Jawa Kejawen dari orangtuanya di Yogyakarta. Hanya saja, dia juga pernah mengaku kalau dirinya non-muslim.
- 1
- 2