Suara Menggelegar dari Bar dan Beach Club Bikin Jendela Bergetar, Warga: Lebih Parah dari Gempa Bumi

"Tidak jarang jam 3 pagi terjadi perkelahian dan juga kebut-kebutan pengendara sepeda motor yang sudah mabuk," ujar penggagas petisi "End Extreme Noise in Canggu".

Ari Syahril Ramadhan
Senin, 12 September 2022 | 11:17 WIB
Suara Menggelegar dari Bar dan Beach Club Bikin Jendela Bergetar, Warga: Lebih Parah dari Gempa Bumi
ILUSTRASI - Pengendara melintas di kawasan shortcut Canggu. [Suara.com/Silfa]

"Pendapatan pemerintah dari wisata murahan yang merusak nama Bali habis-habisan di dunia internasional itu tentu tidak sebanding dengan hilangnya pendapatan dari villa-villa hotel-hotel setempat, karena ribuan orang yang sudah angkat kaki dan tidak mau tinggal lagi di area Canggu dan bahkan tidak mau lagi datang ke Bali," katanya.

Keengganan datang ke Bali lagi itu terjadi akibat klub-klub, bar-bar ini, terletak langsung di sebelah pura-pura seperti Pura Kahyangan Jagat yang begitu suci, di sebelahnya langsung terjadi tindakan-tindakan tidak senonoh di sekitar bar-bar ini, dari mabuk-mabukan, seks, kencing di area pura dan mungkin lebih buruk lagi.

"Tidak jarang jam 3 pagi terjadi perkelahian dan juga kebut-kebutan pengendara sepeda motor yang sudah mabuk, yang berakhir dengan kecelakaan fatal. Selain itu, beberapa bar-bar yang berdiri di daerah pantai ini juga menimbulkan masalah lingkungan karena terlalu dekat dengan laut," katanya.

Dengan ini, kami mohon dengan sangat kepada pemerintah untuk segera ditetapkannya peraturan ketat dengan sanksi resmi dan berat, dengan dipantau secara ketat oleh Satpol PP.

Baca Juga:Indonesia Pertimbangkan Beli Minyak Rusia, Sanksi AS Menanti

"Kami tidak lagi bisa berdiam diri, karena pulau Bali kita yang indah masih bisa kita selamatkan bersama. Kebudayaan kami yang begitu sakral dilenyapkan oleh pelaku-pelaku hura-hura demi bisnis uang mereka pribadi dengan mengorbankan kepentingan ribuan orang lain dan 'basic human rights' kebanyakan orang untuk beristirahat," katanya.

Salah seorang warga asing yang mendukung petisi ini, Lily van Bunnik, menyatakan ingin Bali memiliki daya tarik desa yang cantik, bukan sekadar tempat pesta yang ribut.

"I would like Bali to be a peaceful destination to holiday in," kata Jackie Brown dalam pernyataan dukungan petisi itu.
"Not all of Bali is a party place. Some can be loud but not all," kata Krishna Chieppa yang juga mendukung petisi itu. [Antara]

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini