Program Makan Siang Prabowo-Gibran Perlu Diwujudkan, Dian Yunita Beberkan Alasannya

Dian menjelaskan program makan siang gratis di sekolah-sekolah di Indonesia masih terbatas di sekolah swasta dan beberapa pesantren.

Andi Ahmad S
Minggu, 04 Februari 2024 | 10:13 WIB
Program Makan Siang Prabowo-Gibran Perlu Diwujudkan, Dian Yunita Beberkan Alasannya
Pasangan Capres dan Cawapres nomor urut dua, Prabowo Subianto (kiri) dan Gibran Rakabuming Raka (kanan) menyampaikan gagasan antikorupsi saat acara PAKU Integritas di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (17/1/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Problemnya, data pada 2023 menunjukkan prevalensi stunting di Indonesia mencapai kurang lebih 22 persen, masih jauh dari angka yang ditargetkan pemerintah 14 persen.

"Permasalahan gizi di Indonesia itu walaupun turun, tetapi belum mencapai target. Seperti stunting yang ditargetkan 14 persen, sekarang masih 20 persen. Jadi, apa pun programnya yang bisa meningkatkan status gizi dan kesehatan masyarakat itu sangat baik," kata pakar Nutrisi Institut Pertanian Bogor Prof. Ikeu Tanziha.

Ikeu meyakini program makan siang gratis di sekolah pun dapat menjadi intervensi terbaik pemerintah untuk memenuhi gizi anak.

“Dengan adanya makan siang di sekolah akan sangat bagus karena targetnya jelas. Semua terima sesuai dengan apa yang harus dimakan," kata pakar nutrisi itu.

Baca Juga:Alasan Keluarga Besar Bani Falaq Dukung Prabowo-Gibran Karena Ada Sosok Ini di Belakangnya

Dalam diskusi yang sama, Koordinator Media Digital TKN Prabowo-Gibran, Noudhy Valdrhyno, menyampaikan pasangan calon nomor urut 2 melibatkan banyak pakar saat menyusun berbagai program kerja unggulan, termasuk makan siang dan bagi-bagi susu gratis.

Dia memastikan kebijakan itu akan diterapkan apabila pasangan Prabowo-Gibran terpilih pada Pilpres 2024. [Antara].

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini