Menurut Dokter Rayendra, masyarakat setempat harus dilibatkan dalam pembangunan di wilayahnya.
"Dana ini bersifat stimulus sehingga warga dapat berpartisipasi juga menambahkannya sesuai dengan program yang akan dilaksanakan. Melalui block grand dan dana partisipasi warga dana yang terkumpul bisa jauh lebih besar, Insyaa Allah bukan berkurang karena terjadi korupsi," ucap Dokter Rayendra kepada wartawan, dikutip Jumat (17/11/2024).
Dokter Rayendra mendaftarkan diri sebagai calon Walikota Bogor ke Partai Gerindra setelah sebelumnya secara maraton ke PDI Perjuangan, Partai Demokrat, Partai Nasdem, PKB, PPP, dan PKS.
Baca Juga:30 PPK Untuk Pilkada 2024 Dilantik, KPU Bogor Minta Jaga Netralitas