3 Fakta Mengejutkan dari Kasus Wanita Paruh Baya Tanpa Listrik di Pamijahan

Kepala Dinsos Kabupaten Bogor, Farid Ma'ruf, bahkan terang-terangan menyentil kepala desa untuk lebih peka.

Andi Ahmad S
Kamis, 30 Oktober 2025 | 19:10 WIB
3 Fakta Mengejutkan dari Kasus Wanita Paruh Baya Tanpa Listrik di Pamijahan
Ilustrasi viral warga tak mempunyai aliran listrik di Bogor [Unsplash/Carly Hendrickson]
Baca 10 detik
  • Dua wanita di Bogor hidup dalam kemiskinan ekstrem tanpa listrik, bantuan tertunda. Kasus ini mengejutkan Dinsos setelah viral.

  • Kepala Dinsos Bogor menyentil keras Kepala Desa Pamijahan karena dianggap kurang peka terhadap warganya yang terlantar dan butuh bantuan.

  • Ketergantungan pada belas kasih tetangga untuk makan menunjukkan buruknya pendataan dan perhatian desa pada warga paling rentan.

SuaraBogor.id - Kasus dua wanita paruh baya di Desa Pamijahan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, yang hidup dalam kesulitan ekonomi ekstrem hingga viral di media sosial, telah membuka mata Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor.

Kepala Dinsos Kabupaten Bogor, Farid Ma'ruf, bahkan terang-terangan menyentil kepala desa untuk lebih peka.

Berikut adalah 3 fakta menarik (dan miris) yang terungkap dari kasus ini:

1. Bertahun-tahun Hidup Tanpa Listrik, Bantuan Tak Kunjung Terealisasi

Baca Juga:Harvey Moeis Resmi Jalani Vonis 20 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Bogor

Salah satu wanita paruh baya yang menjadi sorotan, seorang sebatang kara di Desa Pamijahan, mengalami kesulitan ekonomi yang parah. Yang paling mengejutkan, ia hidup tanpa aliran listrik dan harus bermalam dalam kegelapan setiap malamnya.

Farid Ma'ruf mengungkapkan bahwa wanita ini sudah bertahun-tahun mengajukan bantuan, namun tak kunjung terealisasi. Dinsos Kabupaten Bogor akhirnya turun tangan langsung untuk menyelesaikan masalah listrik ini setelah kasusnya viral.

2. Pemerintah Desa Dinilai Kurang Peka dan Abai Pendataan Masalah Masyarakat

Farid Ma'ruf menekankan bahwa pemerintahan desa adalah tingkatan yang mestinya paling mengetahui kondisi masyarakatnya, termasuk yang membutuhkan uluran tangan.

Ia mengkritik bahwa seharusnya tidak perlu ada imbauan lagi, karena penanganan masyarakat terlantar adalah kewajiban pemerintah desa.
Farid juga menyayangkan jika pemerintah desa hanya fokus mendata potensi wilayah, tetapi abai mendata masalah dan kebutuhan warganya yang paling rentan.

Baca Juga:5 Poin Penting Video Viral Istri Kades di Cigudeg Pamer Uang: Dari Camat dan Komentar Pedas Netizen

3. Salah Satu Paruh Baya Hidup dari Uluran Tangan Tetangga untuk Makan

Fakta lain yang terungkap adalah kondisi paruh baya kedua di Desa Pamijahan yang mengalami kekurangan ekonomi serupa. Wanita ini dinarasikan harus menunggu uluran tangan dari tetangga hanya untuk mendapatkan makanan.

Hal ini menunjukkan betapa parahnya kondisi beberapa warga di desa tersebut yang luput dari perhatian, hingga mengandalkan belas kasih sesama warga untuk bertahan hidup.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Seberapa Tahu Kamu tentang Layvin Kurzawa? Pemain Baru Persib Bandung Eks PSG
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Keterampilan Berpolitik ala Tokoh Sejarah, Kamu Titisan Genghis Khan atau Figur Lain?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Karakter SpongeBob SquarePants yang Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Merk HP yang Sesuai Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jika Hidupmu adalah Film, Kamu si Tokoh Antagonis, Protagonis atau Cuman Figuran?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mie Apa yang Kamu Banget? Temukan Karakter Aslimu
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Benar-benar Asli Orang Jogja atau Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak