-
Kepastian Jadwal Pencairan Bansos Pemprov Jabar akan mencairkan bansos bagi warga terdampak penutupan tambang di Bogor Barat pada 21-22 Januari 2026. Dana ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat selama masa transisi pemulihan lingkungan.
-
Sasaran Penerima dan Besaran Dana Sebanyak 15.293 KK di Parungpanjang, Cigudeg, dan Rumpin akan menerima total Rp9 juta per keluarga. Anggaran fantastis sebesar Rp135 miliar telah disiapkan untuk mendukung pemulihan ekonomi warga terdampak.
-
Kebijakan Berbasis Regulasi, Bukan Tekanan Pencairan bansos ini merupakan implementasi Surat Keputusan Gubernur tahun 2025, bukan respon spontan terhadap demonstrasi. Langkah ini murni hasil koordinasi birokrasi antara Pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Provinsi.
SuaraBogor.id - Setelah ketegangan sempat memuncak akibat aksi demonstrasi di Cigudeg awal pekan ini, angin segar akhirnya berhembus bagi ribuan keluarga di wilayah Bogor Barat.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) memastikan komitmennya untuk mencairkan bantuan sosial (bansos) bagi warga yang kehilangan mata pencaharian akibat penutupan tambang.
Bagi warga Kecamatan Parungpanjang, Cigudeg, dan Rumpin, ini adalah informasi yang sangat krusial. Tidak tanggung-tanggung, dana bantuan senilai Rp3 juta per Kepala Keluarga (KK) siap didistribusikan.
Langkah ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah transisi pemulihan lingkungan pasca-keputusan Gubernur Dedi Mulyadi.
Baca Juga:Keringat Dingin Hingga Pasien Misterius: Ini 10 Fakta Mengejutkan di Balik Tragedi Asap Pongkor
Agar tidak simpang siur, berikut adalah 4 fakta menarik dan penting terkait pencairan bansos tambang yang berhasil dirangkum tim redaksi.
1. Cair Minggu Depan: Rabu atau Kamis
Fakta yang paling ditunggu-tunggu adalah kepastian waktu. Bupati Bogor, Rudy Susmanto, memberikan jaminan bahwa uang tersebut akan segera masuk ke kantong warga dalam hitungan hari. Tidak perlu menunggu bulan depan, proses administrasi telah rampung.
“Akan dibayarkan oleh Pemprov Jabar paling cepat Rabu minggu depan 21 Januari 2026, dan paling lambat Kamis minggu depan 22 Januari 2026. Cuma selisih sehari," kata Bupati Bogor Rudy Susmanto, dilansir dari Antara.
2. Menyasar 15.293 Kepala Keluarga di 3 Kecamatan
Baca Juga:Misteri 5 Pria Sesak Napas di Klinik Nanggung: Benarkah Korban Asap Pongkor yang Tak Diakui?
Bantuan ini memiliki cakupan yang luas. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Barat, Mochamad Ade Afriandi, menjelaskan bahwa penyaluran tahun 2026 ini dibagi menjadi tahap III dan IV.
"Masyarakat yang belum mendapat bantuan pada 2025 dipastikan akan menerima pada tahun 2026," ujar Ade.
Rinciannya cukup spesifik:
Tahap III: Menyasar 6.216 KK di Kecamatan Cigudeg dan Rumpin.
Tahap IV: Didistribusikan kepada 9.077 KK yang tersebar di Parungpanjang, Cigudeg, dan Rumpin.
Total ada 15.293 KK yang akan menerima manfaat ini, melengkapi ribuan warga lain yang sudah menerima di tahap I dan II pada Desember 2025 lalu.