- Pameran artefak Rasulullah SAW dan sahabat akan diadakan satu bulan di Laga Satria Pakansari, Kabupaten Bogor.
- Acara bertajuk Hasanah Ukhuwah ini menampilkan sekitar 45 artefak bersertifikat yang didatangkan langsung dari Malaysia.
- Penyelenggaraan pameran ini bertujuan edukasi sejarah sekaligus menggerakkan ekonomi pelaku UMKM di wilayah tersebut.
SuaraBogor.id - Bulan suci Ramadan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kini semakin istimewa. Pemerintah Kabupaten Bogor akan menggelar pameran artefak Rasulullah SAW dan para sahabat di kawasan Pakansari, Cibinong, selama satu bulan penuh.
Acara ini tak hanya bertujuan memberi ruang edukasi sejarah Islam, tetapi juga diharapkan dapat menggerakkan ekonomi pelaku UMKM di wilayah tersebut.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengumumkan bahwa lokasi pameran digeser dari Masjid Nurul Wathon Stadion Pakansari ke Laga Satria Pakansari.
"Awalnya kami siapkan di Masjid Nurul Wathon, tetapi karena intensitas hujan masih cukup tinggi, kasihan jamaah jika selasar dipakai pameran. Maka, kami geser ke Laga Satria supaya lebih nyaman,” kata Rudy Susmanto, Rabu (18/2/2026).
Baca Juga:Doa Niat Puasa dan Buka Puasa Ramadan Lengkap dengan Maknanya
Pemindahan lokasi ke Laga Satria dilakukan agar pelaksanaan ibadah, khususnya shalat Tarawih, tidak terganggu.
Area Laga Satria lebih luas dan terlindungi, sehingga pengunjung tetap bisa beribadah dengan mudah karena lokasinya berdekatan dengan masjid.
Bupati Rudy menambahkan, Pemkab Bogor juga berkoordinasi dengan Dinas Koperasi dan UMKM agar pelaku usaha mikro dapat dilibatkan di area luar pameran.
Hal ini diharapkan dapat menggerakkan ekonomi masyarakat selama Ramadan.
“Di beberapa lokasi sebelumnya antusiasme masyarakat cukup tinggi. Momentum Ramadan" ini kami harapkan bisa menggerakkan UMKM,” ujarnya.
Baca Juga:Dari Porak-Poranda Menjadi Lebih Hijau, Bupati Bogor Tanam Pohon di Pakansari
Ketua Panitia, Rieke Iskandar atau Akew, menjelaskan bahwa pameran bertajuk Hasanah Ukhuwah ini menampilkan sekitar 45 artefak Rasulullah SAW, keluarga, dan para sahabat yang disebut telah bersertifikat.
Barang-barang bersejarah ini didatangkan langsung dari Malaysia dan dijadwalkan berlangsung selama 30 hari hingga akhir Ramadan. Rencananya, peresmian akan dilakukan pada Jumat, 2 Ramadan setelah shalat Jumat.
Untuk menjaga kenyamanan pengunjung, panitia membatasi jumlah pengunjung maksimal 40 orang setiap sesi masuk. Pengunjung berikutnya akan menunggu hingga sesi sebelumnya selesai.
“Kita batasi maksimal 40 orang supaya nyaman dan bisa mendapat penjelasan dari petugas. Kalau belum sampai 40 orang, tetap bisa masuk,” kata Rieke.