- Kurniati, lansia berusia 60 tahun asal Menteng Bogor, meninggal dunia saat mengambil bantuan beras pemerintah.
- Peristiwa tersebut terjadi di Kantor Kelurahan Menteng pada Senin pagi, 24 Agustus 2026, pukul 08.00 WIB.
- Pemerintah setempat menegaskan bahwa warga rentan atau sakit tidak wajib hadir dan boleh mewakilkan pengambilannya.
SuaraBogor.id - Senin pagi, 24 Agustus 2026, yang seharusnya menjadi hari biasa bagi warga Kelurahan Menteng, Kota Bogor, berubah menjadi kisah yang menyentuh hati sekaligus memilukan.
Kurniati, seorang lansia berusia 60 tahun warga RT 01 Menteng Asri, menghembuskan napas terakhirnya tepat saat hendak menerima bantuan pangan pemerintah.
Kisah kepergiannya menjadi pengingat berharga tentang gigihnya kemandirian seorang ibu di usia senja, sekaligus pentingnya fleksibilitas layanan publik bagi warga rentan.
Kurniati bukanlah sosok yang asing dengan rasa kehilangan. Setelah suaminya meninggal dunia lebih dahulu, ia hidup mandiri sementara anak-anaknya telah berumah tangga dan memiliki kehidupan masing-masing.
Baca Juga:Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
Di balik kesendiriannya, ia menyimpan riwayat penyakit kronis yang mengharuskan rutin berobat dan mengontrol kesehatan ke RSUD Kota Bogor setiap bulan.
Kondisi fisik yang terbatas membuat pengambilan bantuan pangan untuknya biasanya diwakilkan oleh ketua RT setempat.
Namun, pada hari kejadian, Kurniati merasa tubuhnya cukup bugar setelah mengawali pagi dengan berjemur dan berolahraga ringan.
Meski ketua RT sudah kembali menawarkan bantuan untuk mewakilinya, ia memilih datang sendiri dengan diantar salah satu anggota keluarga.
Semangat kemandirian itu membawanya melangkah ke Kantor Kelurahan Menteng untuk mengambil tiga karung beras alokasi tiga bulan.
Baca Juga:Gandeng Menteri PKP, Bupati Rudy Susmanto Akselerasi Pengentasan Pemukiman Kumuh di Bogor
Proses penyaluran bantuan pagi itu sebenarnya berlangsung tertib dan teratur. Pihak kelurahan membagi antrean dalam beberapa sesi per wilayah RW serta menyediakan tempat duduk khusus bagi penerima lansia.
Sekitar pukul 08.00 WIB, nama Kurniati dipanggil oleh petugas. Namun, belum sempat melangkah untuk mengambil haknya, tubuhnya mendadak melemah. Petugas kelurahan dengan sigap membawa Almarhumah ke dalam ruangan untuk memberikan pertolongan pertama menggunakan air minum dan minyak angin.
Ketika kesadarannya terus menurun dan sulit diberi minum, petugas segera melarikannya ke RSUD Kota Bogor. Sayang, setibanya di rumah sakit, tim medis menyatakan bahwa nyawanya sudah tidak tertolong.
Tragedi ini meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga aparat pemerintah setempat. Lurah Menteng, Rachmadi, menyampaikan belasungkawa resminya dan memberikan penegasan penting terkait mekanisme bantuan sosial.
Dia menjelaskan, bahwa penerima manfaat yang sedang sakit atau memiliki keterbatasan fisik sama sekali tidak diwajibkan hadir di lokasi. Pengambilan bantuan dapat diwakilkan penuh oleh pengurus RT/RW atau pihak keluarga.
Warga lansia dan memiliki riwayat penyakit diimbau untuk tidak memaksakan diri hadir secara fisik demi mengutamakan keselamatan jiwa.