- Komisi Pemberantasan Korupsi menegaskan bahwa kabar penindakan operasi tangkap tangan di Kabupaten Bogor adalah tidak benar.
- Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan lembaga tersebut hanya meminta keterangan sejumlah pihak untuk menindaklanjuti pengaduan masyarakat.
- Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika menyatakan pemkab masih memantau perkembangan dan belum menerima informasi resmi dari aparat penegak hukum.
SuaraBogor.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan klarifikasi resmi terkait beredarnya isu Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Lembaga antirasuah tersebut memastikan bahwa kabar mengenai penindakan OTT di daerah tersebut tidak benar.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi simpang siur yang belum terverifikasi kebenarannya.
"Menanggapi informasi yang berkembang di masyarakat terkait kabar peristiwa tertangkap tangan di wilayah Kabupaten Bogor, kami klarifikasi bahwa informasi tersebut tidak benar," tegas Budi Prasetyo kepada wartawan di Jakarta, Kamis.
Baca Juga:Isu OTT Pejabat Pemkab Bogor Merebak, Sekda: Kami Masih Pantau Perkembangan
Kendati demikian, dia mengatakan KPK melakukan permintaan keterangan terhadap sejumlah pihak untuk menindaklanjuti laporan pengaduan masyarakat.
"Untuk saat ini, secara detail belum dapat kami sampaikan. Pada waktunya kami tentu akan sampaikan kepada publik secara transparan," katanya.
Sebelumnya, beredar kabar KPK melakukan OTT di Kabupaten Bogor. Oleh sebab itu, Juru Bicara KPK meluruskan informasi tersebut.
Sekda: Kami Masih Pantau Perkembangan
Publik Bogor dihebohkan oleh maraknya kabar dugaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap oknum pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.
Baca Juga:Tarif Parkir Tegar Beriman Cibinong Bakal Dievaluasi, Kadishub Bogor: Menyesuaikan Kebutuhan Warga
Meranggapi isu panas tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menyatakan bahwa pihaknya hingga saat ini masih terus memantau perkembangan informasi yang beredar di masyarakat.
![Situasi kantor Bupati Bogor di tengah riuhnya kabar dugaan OTT KPK terhadap salah satu pejabat di Pemkab Bogor. [Dziharul Islam Nusantara/SuaraBogor]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/20/37814-situasi-kantor-bupati-bogor-di-tengah-riuhnya-kabar-dugaan-ott-kpk.jpg)
Pihaknya menegaskan bahwa Pemkab Bogor belum menerima pemberitahuan atau informasi resmi dari lembaga antirasuah tersebut.
"Kami tidak bisa memberitakan ya, apakah isu ini benar atau tidak. Tentunya yang berhak menyampaikan kan dari pihak Aparat Penegak Hukum (APH) sendiri," kata Ajat di Cibinong, Kamis (20/8/2026).
Dia menegaskan, dirinya belum mendapatkan kabar apa pun mengenai informasi yang tengah menjadi perhatian publik tersebut.
Karena itu, Pemkab Bogor memilih untuk tidak berspekulasi mengenai dugaan OTT maupun pihak yang disebut-sebut terlibat.
Ajat menyebut, kepastian mengenai isu tersebut sebaiknya menunggu penjelasan dari APH.