- Bupati Bogor Rudy Susmanto memberlakukan pembelajaran jarak jauh selama dua hari bagi siswa SMP Negeri 1 dan 2 Dramaga.
- Kebijakan ini diambil setelah 481 siswa mengalami dugaan keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis dan kini menunggu hasil laboratorium.
- Pemerintah Kabupaten Bogor menanggung seluruh biaya pengobatan siswa terdampak di berbagai fasilitas kesehatan serta memantau kondisi mereka secara langsung.
SuaraBogor.id - Bupati Bogor Rudy Susmanto memutuskan kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 1 Dramaga dan SMP Negeri 2 Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dilaksanakan melalui pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama dua hari ke depan menyusul dugaan keracunan yang dialami ratusan siswa.
Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah lanjutan untuk memberikan waktu bagi para siswa beristirahat dan memulihkan kondisi psikologis setelah mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Rudy mengatakan, penerapan PJJ juga memberikan waktu bagi pemerintah daerah untuk menunggu hasil pemeriksaan laboratorium guna memastikan penyebab kejadian tersebut.
Selain menerapkan PJJ, Pemkab Bogor bersama Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, pemerintah desa, Polres Bogor, TNI, dan Koramil melakukan pemantauan langsung ke rumah siswa yang sebelumnya mendapatkan penanganan medis.
Baca Juga:Dugaan Keracunan MBG di Dramaga, Pemkab Bogor Uji Sampel Makanan dan Minuman ke Labkesda
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya gejala lanjutan setelah para siswa kembali ke rumah masing-masing.
“Apabila ada gejala lanjutan, maka kami akan mengambil langkah-langkah lebih lanjut,” tegas Rudy.
Ia juga memastikan seluruh biaya pengobatan siswa yang terdampak ditanggung oleh Pemkab Bogor.
Pembiayaan tersebut mencakup siswa yang mendapatkan pelayanan di puskesmas, rumah sakit pemerintah, maupun rumah sakit swasta yang menjadi rujukan.
Pemerintah daerah pun meminta para siswa dan orang tua tetap tenang sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium yang akan menjadi dasar untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.
Baca Juga:KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Wabup Bogor Jaro Ade Kasus Dugaan Korupsi Bappenda
Sebelumnya, sebanyak 481 siswa SMP Negeri 1 Dramaga dan SMP Negeri 2 Dramaga dilaporkan mendatangi sejumlah fasilitas kesehatan setelah mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan makanan atau minuman dalam program MBG.
Hingga kini, penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Pemkab Bogor bersama pihak terkait terus melakukan pemantauan terhadap kondisi para siswa guna memastikan mereka mendapatkan penanganan yang diperlukan.