- Wakil Bupati Bogor Jaro Ade memenuhi panggilan KPK pada Jumat 30 Oktober 2026.
- Ia diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi upah pungut Bapenda Kabupaten Bogor.
- Penyidik KPK mendalami keterangan mengenai kapasitas jabatannya serta permasalahan upah pungut tersebut.
SuaraBogor.id - Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi atau yang akrab disapa Jaro Ade, akhirnya memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (30/10/2026) kemarin.
Jaro Ade diperiksa KPK untuk dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi upah pungut di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Wakil Bupati Bogor tersebut mengaku hadir sebagai bentuk kepatuhan terhadap proses hukum yang sedang berjalan di komisi anti rasuah tersebut.
“Sebagai warga negara yang taat dan patuh terhadap hukum, saya memenuhi panggilan tersebut,” ujar Jaro Ade kepada wartawan.
Baca Juga:Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video
Sebelumnya, KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Jaro Ade pada Selasa (27/10/2026).
Namun, pemeriksaan tersebut batal dilaksanakan dan dijadwalkan ulang oleh pihak KPK.
Menurut Jaro Ade, dirinya sebenarnya sudah siap hadir pada jadwal pemeriksaan pertama.
Dalam pemeriksaan pada Jumat, Jaro Ade mulai dimintai keterangan sekitar pukul 10.00 WIB.
Pemeriksaan sempat dihentikan sementara untuk istirahat dan salat Jumat, kemudian dilanjutkan hingga selesai.
Baca Juga:Bupati Bogor Sulap Horison Sayaga Jadi Destinasi Rekreasi
Ia mengungkapkan, penyidik mendalami persoalan upah pungut serta kapasitas dan posisinya sebagai Wakil Bupati Bogor.
Tak hanya Jaro Ade, KPK pada hari yang sama juga meminta keterangan Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Jatnika dan Kepala Inspektorat Kabupaten Bogor Arif Rahman, yang sebelumnya pernah menjabat Kepala Bapenda.
Di tengah proses hukum tersebut, Jaro Ade mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bogor agar tetap fokus menjalankan tugas dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Ia juga mengajak ASN bersama-sama melawan korupsi demi mewujudkan birokrasi yang bersih di Kabupaten Bogor.