SuaraBogor.id - Komedia Ucok Baba dipalak di kafenya yang berlokasi di Depok, Jawa Barat. Dia mengaku kaget, tiba-tiba Tim Jaguar datang menghampirinya.
Menurut Ucok Baba, permasalahan dengan preman di Depok itu sudah selesai dan sudah damai dengan cara kekeluargaan.
Diketahui, Polresta Depok membentuk sebuah tim khusus yang dinamakan Tim Jaguar. Jaguar sendiri merupakan akronim dari Penjaga Gangguan dan Anti Kerusuhan, yang merupakan tugas utama tim ini.
"Saya nggak tahu itu siapa yang melaporkan, tiba-tiba datang Tim Jaguar, kaget, yang jelas Tim Jaguar datang," ucap Ucok Baba, ditemui di kawasan Jalan Kapten P Tendean, Jakarta Selasa, dikutip dari Suara.com, (18/8/2021).
Ucok Baba pun bingung kedatangan Tim Jaguar. Sebab, ia dan oknum preman sudah menyelesaikan masalahnya baik-baik.
"Tim Jaguar bertanya-tanya ada apa ini, sementara kami sudah bilang damai," ujar komedian 50 tahun ini.
Ucok Baba yang berada di kafenya saat kejadian mengaku tak tahu siapa yang membuat laporan ke Tim Jaguar. Sebab, saat sang preman datang kala itu, suami Rina Angelina ini dengan lapang dada berniat memberikan apa yang diminta agar tak ada ribut di kafenya.
"Saya kebetulan di TKP ada, saya tidak pernah melapor, saya damai dan apapun yang dia minta niatnya saya kasih," imbuh Ucok Baba.
Ucok Baba pun memilih untuk berdamai dengan preman tersebut. Keduanya lantas menandatangi surat perjanjian.
Baca Juga: Ucok Baba Tak Lapor Polisi Usai Dipalak Preman, Kaget Didatangi Tim Jaguar
"Sudah selesai, damai, sudah hitam di atas putih juga, selama niat kita baik insyaallah," tutur Ucok Baba.
Beberapa waktu lalu ramai kabar kafe milik Ucok Baba di kawasan Depok, Jawa Barat, didatangi seseorang tak dikenal. Oknum tersebut lantas meminta sejumlah uang pada Ucok sambil marah-marah dan aksi palak itu diamankan Tim Jaguar Depok.
Berita Terkait
-
Bayar atau Babak Belur: Mengapa Premanisme Tanah Abang Tak Pernah Benar-Benar Hilang?
-
Kasus Suap PN Depok, KPK Telusuri Riwayat Mutasi Dua Hakim Tersangka
-
Kasus Pelecehan Seksual di FH UI, BEM Tuntut Transparansi dan Sanksi Tegas
-
Sopir Bajaj di Tanah Abang Diperas Preman Rp100 Ribu per Hari, Kaca Dipecah Jika Tak Bayar
-
Sok Jagoan Pecahkan Mangkok Bakso dan Peras Warga, Preman Tanah Abang Ternyata Lagi Fly Sabu!
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
5 Fakta Mengejutkan Skandal Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa IPB
-
IPB University Usut Tuntas Dugaan Pelecehan Seksual: Sanksi Berat Menanti Pelaku
-
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Kawal Kasus Pungli Kemenag: Harus Transparan
-
Setelah UI Kini IPB, Skandal 'Grup Chat' Mahasiswa Bongkar Dugaan Predator Seksual di Kampus
-
Sentul City Jadi Basis Penipuan Daring, 13 WNA Jepang Diusir dari Indonesia