Andi Ahmad S
Kamis, 16 April 2026 | 19:58 WIB
Ilustrasi chat whatsapp mesum di IPB (pexels)
Baca 10 detik
  • Dugaan pelecehan seksual oleh mahasiswa IPB University mencuat melalui tangkapan layar percakapan vulgar yang viral di media sosial.
  • Korban diduga mengalami intimidasi dan tekanan dari senior agar kasus diselesaikan secara kekeluargaan demi menjaga reputasi departemen.
  • BEM FTT dan Satgas PPKS IPB kini mendampingi korban serta melakukan investigasi resmi untuk memproses tindakan asusila tersebut.

SuaraBogor.id - Setelah sebelumnya publik dikejutkan dengan skandal dugaan kekerasan verbal di Universitas Indonesia (UI), kini sorotan tajam kembali tertuju pada institusi pendidikan tinggi lainnya, yaitu IPB University, Bogor.

Sebuah dugaan kasus pelecehan seksual kembali mencuat, kali ini melalui sebuah grup chat yang diisi oleh oknum mahasiswa, memicu kegaduhan dan keprihatinan serius di kalangan sivitas akademika dan masyarakat luas.

Skandal ini pertama kali meledak di platform media sosial X (sebelumnya Twitter) melalui unggahan akun @ipb_menfess, sebuah akun menfess (mention confession) yang seringkali menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berbagi informasi atau keluh kesah secara anonim.

Unggahan tersebut sontak menjadi viral dan menarik perhatian publik secara luas.

“Para calon sarjana yang ada di sini ternyata adalah predator seksual,” tulis akun @ipb_menfess, dilansir dari Metropolitan -jaringan Suara.com, Kamis (16/4/2026).

Dalam unggahan itu, disertakan bukti berupa tangkapan layar percakapan grup yang menunjukkan perilaku objektifikasi seksual yang sangat eksplisit.

Para terduga pelaku, yang merupakan mahasiswa aktif, melontarkan kalimat-kalimat vulgar yang merendahkan martabat mahasiswi.

Narasi yang dibangun dalam grup tersebut menjurus pada fantasi seksual yang kasar dan tidak manusiawi.

Fakta yang paling menyesakkan dari kasus ini adalah bagaimana proses pencarian keadilan bagi korban justru dihambat oleh struktur senioritas dan loyalitas kelompok yang keliru.

Baca Juga: Sentul City Jadi Basis Penipuan Daring, 13 WNA Jepang Diusir dari Indonesia

Alih-alih mendapatkan perlindungan, korban diduga sempat mengalami intimidasi pada tahap mediasi awal.

Bukannya fokus pada pemulihan korban, oknum mahasiswa senior justru diduga melakukan penekanan agar kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan demi menjaga reputasi departemen.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa korban sempat diancam akan dipersulit dalam proses kelulusan Masa Perkenalan Fakultas/Departemen (MPF/MPD).

Perilaku pelecehan tersebut sempat dianggap angin lalu oleh lingkungan sekitar.

Ada upaya untuk mendefinisikan tindakan asusila verbal tersebut sebagai 'internal jokes'.

Menanggapi situasi yang kian memanas, BEM FTT IPB bersama SAFE IPB (sebuah unit khusus penanganan kekerasan seksual di kampus) mengambil langkah proaktif.

Load More