- Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, mengklarifikasi bahwa hanya 62 dari 25 ribu unit SPPG menyediakan menu kurang layak.
- Program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau 62 juta penerima manfaat, termasuk ibu hamil dan balita di seluruh Indonesia.
- BGN terus melakukan evaluasi serta pengawasan ketat guna menjaga standar kualitas layanan program gizi bagi masyarakat luas.
SuaraBogor.id - Di tengah derasnya arus informasi dan cepatnya penyebaran konten viral di media sosial, penting bagi kita untuk melihat suatu isu dari perspektif yang lebih luas dan berdasarkan data akurat.
Hal ini ditekankan oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, terkait beberapa kasus menu makanan buruk yang sempat viral dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama bulan Ramadhan.
“Dari 25 ribu yang jalan di Ramadhan, 62 yang menghasilkan menu yang jelek. Dan menu yang jelek itulah yang viral,” kata Dadan saat peresmian SPPG Cijujung 03 di Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Rabu (15/4/2026).
Dadan menegaskan mayoritas SPPG di seluruh Indonesia tetap berjalan baik dan memberikan layanan sesuai standar kepada masyarakat.
Ia menyayangkan sorotan publik yang lebih banyak tertuju pada kasus negatif, sementara ribuan SPPG lain yang berjalan baik justru tidak mendapat perhatian.
“Padahal yang 24 ribu sekian itu bagus-bagus tidak viral,” ujarnya.
Menurut Dadan, kondisi tersebut perlu diluruskan agar masyarakat mendapatkan gambaran utuh mengenai pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia juga mengajak seluruh pihak, termasuk mitra dan masyarakat, untuk turut menyampaikan cerita positif dari penerima manfaat program tersebut.
“Mohon bantuan mengangkat cerita masyarakat pemanfaat dari program makan bergizi ini, agar diketahui publik,” katanya.
Baca Juga: UI Periksa 16 Mahasiswa Terkait Dugaan Kekerasan Verbal di Fakultas Hukum
Dadan menegaskan, secara umum pelaksanaan SPPG di berbagai daerah telah memberikan manfaat luas, khususnya bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.
Saat ini, lanjut dia, cakupan penerima manfaat program MBG telah mencapai sekitar 62 juta orang di seluruh Indonesia.
BGN memastikan akan terus melakukan evaluasi dan pengawasan untuk menjaga kualitas layanan SPPG, sehingga program pemenuhan gizi dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Ia menambahkan, peran mitra dan masyarakat juga penting dalam menjaga standar kualitas, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap program tersebut. [Antara].
Berita Terkait
-
UI Periksa 16 Mahasiswa Terkait Dugaan Kekerasan Verbal di Fakultas Hukum
-
Audit Investigasi Tuntas! Bukti Transfer Ungkap Praktik Jual Beli Jabatan di Pemkab Bogor
-
Teka-teki Jual Beli Jabatan di Pemkab Bogor Terbongkar, 4 Oknum PNS Diserahkan ke APH
-
Parkir Sembarangan di Pakansari? Siap-siap Ban Dikempesin atau Diangkut Dishub
-
Waspada Skincare Paket Rp35 Ribu, Bareskrim Bongkar Pabrik Kosmetik Bermerkuri di Bogor
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video
-
Bupati Bogor Sulap Horison Sayaga Jadi Destinasi Rekreasi
-
BRI Raih Empat Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Temani Istri Beli Makan, Pria di Bogor Malah Bacok Bobotoh hingga Tewas
-
Pesan Menohok Bupati Bogor ke Pengelola Dapur MBG: Presiden yang Disalahkan jika Ada Kesalahan