- Badan Gizi Nasional akan membangun lima Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi di Kabupaten Bogor demi mendukung program Makan Bergizi.
- Langkah ini diambil karena Kabupaten Bogor memiliki jumlah penduduk terbanyak di Indonesia dengan kebutuhan ribuan Satuan Pelayanan.
- Lima kantor tersebut berfungsi mengoordinasikan serta mengawasi operasional ribuan satuan pelayanan agar penyaluran gizi masyarakat berjalan secara optimal.
SuaraBogor.id - Dalam upaya memastikan pemenuhan gizi yang merata dan efektif, Badan Gizi Nasional (BGN) menyoroti kebutuhan unik di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa Kabupaten Bogor membutuhkan hingga lima Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG), jumlah yang jauh melebihi daerah lain di Indonesia.
Alasan utama di balik angka fantastis ini tak lain adalah jumlah penduduk Kabupaten Bogor yang sangat besar dan merupakan yang terbesar di Indonesia.
“Bogor ini kabupaten terbesar di Indonesia, dengan jumlah penduduk terbesar, jumlah penerima manfaat terbesar dan kemungkinan besar akan lebih dari seribu SPPG-nya,” kata Dadan.
Menurut dia, keberadaan KPPG diperlukan untuk mengoordinasikan serta mengawasi pelaksanaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar luas di wilayah tersebut.
Ia menjelaskan, setiap 50 SPPG nantinya akan berada dalam satu koordinasi KPPG, sehingga pembentukan lima KPPG dinilai ideal untuk Kabupaten Bogor.
“Tugasnya melakukan pengawasan terhadap SPPG yang ada, melakukan koordinasi dengan Pemda dan juga koordinasi berbagai kegiatan SPPG di wilayah,” ujarnya.
Dadan menyebutkan, rencana pembentukan lima KPPG tersebut akan direalisasikan dalam waktu yang tidak terlalu lama, seiring dengan percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain itu, lokasi KPPG juga mulai dipetakan, di antaranya di wilayah Leuwiliang, Ciawi, dan Citeureup.
Baca Juga: Viral Menu Buruk Makan Gratis, Kepala Badan Gizi: Itu Hanya Sebagian Kecil dari 25 Ribu Titik
Dengan skala wilayah dan jumlah penduduk yang besar, kata dia, Kabupaten Bogor membutuhkan sistem pengawasan yang lebih kuat agar program MBG berjalan optimal.
Ia menambahkan, potensi jumlah SPPG di Kabupaten Bogor diperkirakan bisa mencapai lebih dari 1.000 unit, sehingga diperlukan struktur koordinasi yang memadai.
“Karena saking besarnya, kontribusi dan pengawasan harus diperkuat,” katanya.
BGN berharap pembentukan KPPG dapat memastikan kualitas layanan gizi tetap terjaga serta program berjalan efektif dalam menjangkau masyarakat luas, khususnya kelompok rentan seperti ibu hamil dan anak. [Antara].
Berita Terkait
-
Viral Menu Buruk Makan Gratis, Kepala Badan Gizi: Itu Hanya Sebagian Kecil dari 25 Ribu Titik
-
Audit Investigasi Tuntas! Bukti Transfer Ungkap Praktik Jual Beli Jabatan di Pemkab Bogor
-
Teka-teki Jual Beli Jabatan di Pemkab Bogor Terbongkar, 4 Oknum PNS Diserahkan ke APH
-
Parkir Sembarangan di Pakansari? Siap-siap Ban Dikempesin atau Diangkut Dishub
-
Waspada Skincare Paket Rp35 Ribu, Bareskrim Bongkar Pabrik Kosmetik Bermerkuri di Bogor
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Sihir Messi Sampai ke Bogor: Cerita Warga Ciampea Terharu Emosi di Alun-Alun Tegar Beriman
-
Proyek PSEL Kayumanis Terancam Cacat Hukum, DPRD Kota Bogor Ingatkan Pemkot Jangan Asal Tabrak Perda
-
Jamin Jalur Wisata Bersih Bangunan Liar, Pemkab Cianjur Minta Pedagang Tunggu Kajian Relokasi
-
Mahfud MD Soroti Prosedur Cacat KUHAP Kasus Eks Jampidsus, KPK Pilih Merespons Hati-hati
-
Kali Baru Cibinong Lumpuh Total! 60 Truk Dikerahkan Angkut Ratusan Ton Sampah