SuaraBogor.id - Rumah duka pilot Pesawat Rimbun Air H. Mirza sapaan akrabnya yang berlokasi di Komplek AURI Blok C, RT02/RW08, Kelurahan Curug, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat, mulai didatangi pelayat, Kamis (16/9/2021).
Sebelumnya, Pesawat Rimbun Air hilang kontak di Gunung Papua sudah ditemukan dalam kondisi hancur. Kabarnya, ternyata Pilot Rimbun Air warga Bogor, yakni bernama Pilot H. Agithia Mirza.
Pantauan dilokasi, suasana rumah duka H. Agithia Mirza yang merupakan pilot Pesawat Rimbun Air sudah banyak yang datang untuk melayat. Bahkan, karangan bunga ucapan turut berduka cita terpajang di luar rumah.
Wahyu yang merupakan ketua RT02 dimana H. Mirza tinggal, menuturkan bahwa H. Mirza, memiliki jiwa sosial yang tinggi terhadap masyarakat di wilayah RT 02.
“Beliau sering membantu warga sekitar, bagi-bagi sembako ke masyarakat yang kurang mampu, ke para janda-janda” kata RT02, Wahyu.
Wahyu juga menceritakan bahwa dirinya sudah melihat berita mengenai pesawat Rimbun Air yang hilang kontak disalah satu TV Nasional, namun ia tidak mengetahui bahwa pilot pesawat tersebut merupakan warganya.
“Saya gatau kalau ternyata pilot pesawat itu pak Mirza, warga saya, tadi juga ada warga yang melapor ke saya, bahwa pilot pesawat yang hilang kontak adalah Pak Mirza, setelah mengetahui keberannya dari warga sekitar yang melapor, saya merasa berduka yang mendalam,” paparnya
Wahyu juga mengatakan, terakhir bertemu dengan pilot pesawat Rimbun Air H. Mirza pada sebulan yang lalu, pada saat kelompok hajat di wilayah RT02.
“Terakhir ketemu sebulan yang lalu, itupun saat saya meminta uang hajatan, jadi di wilayah kami itu kalau ada yang hajatan di kelompokin bapak-bapaknya namanya sepatan yang kondangan jadi satu amplop, ya saat meminta uang itu terakhir saya ketemu beliau,” pungkasnya.
Baca Juga: Sengkarut Lahan Rocky Gerung Dengan Sentul City, BPN Bakal Periksa Seluruh Dokumen
Berita Terkait
-
Pansus DPD RI Komitmen Cari Solusi Permanen Soal Konflik dan HAM Papua
-
Gandeng Komnas HAM, Pansus DPD RI Segera Investigasi Pelanggaran HAM dan Masalah PSN Papua
-
Sisi Gelap Transisi Energi, Ketika Mobil Listrikmu Dibayar Hutan Papua
-
Saat Satu Pohon di Papua Ditebang, Satu Kata Ikut Hilang
-
Baku Tembak di Yahukimo: 4 Anggota OPM Batalyon Eden Sawi Tewas saat Markasnya Digerebek
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 3 September 2026, Kesulitan Karier dan Keuangan Segera Berakhir
- Emil Audero Salah Pilih Klub? Pemerintah Serang Rayo Vallecano: Klub Gak Mampu
- Perbedaan Sunscreen Sejuta Umat Azarine vs Facetology, Bagus Mana?
Pilihan
-
Gempa M 5,3 Guncang Cilacap Siang Ini, Getaran Terasa hingga DIY dan Jabar
-
Api Masih Merah! 105 Personel Cari Korban Kebakaran Apartemen Pavilion Tanah Abang yang Terjebak
-
Kebakaran Melanda Apartemen Pavilion Tanah Abang, Petugas Sisir Penghuni Terjebak
-
Privilese TNI dari Suku Dayak Diduga Cara Rezim Amankan Ekspansi Bisnis Hutan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
Terkini
-
Mengenal Leadless Pacemaker, Alat Pacu Jantung Ukuran Mini untuk Pasien Berisiko Tinggi
-
Pertalite Kembali Langka di Bogor
-
Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah
-
Mohon Doa Restu, Bupati Bogor Rudy Susmanto Jalani Operasi Jantung di RSUD Ciawi Hari Ini
-
Tolak Aturan 20 Tahun! 6 Fakta Demo Ratusan Sopir Angkot Bogor di Balai Kota