SuaraBogor.id - Pemandangan langka terjadi saat Pimpinan DPRD Kota Bogor melakukan panen raya padi bersama Kelompok Tani Subur Makmur pada Rabu (17/11/2021). Panen padi menjadi hal langka karena semakin sempitnya luasan lahan sawah di Kota Bogor.
Hadir dalam panen raya di lahan sawah yang berada di Saung Sadulur JM, Sindangsari Bogor Timur ini antara lain Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto, Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor Jenal Mutaqin dan Wakil Ketua II DPRD Kota Bogor Dadang Iskandar Danubrata.
Hadir pula Anggota DPRD Fraksi Gerindra Said Mohan, Mahpudi Ismail dan Azis Muslim, Kepala Dinas Ketahanan Pertanian Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor Anas Rasmana, Camat Bogor Timur Rena Da Frina, Lurah Sindang Rasa Dede Sugandi hingga Lurah Curug Kecamatan Bogor Barat Irwansyah.
Dalam acara panen raya, Atang mengapresiasi langkah JM dalan memanfaatkan lahan perkotaan untuk dijadikan sawah dan pertanian.
"Jadi ini merupakan sebuah kegiatan yang sangat positif dan sebagai contoh bahwa upaya untuk menghadirkan ketahanan pangan ini masih ada di Kota Bogor," ujar Atang.
Kehadiran Perda Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kota Bogor, diharapkan oleh Atang mampu menjaga jumlah luasan sawah di Kota Bogor.
Sebab, sejak 2009 hingga saat ini, lahan pertanian dan persawahan di Kota Bogor sudah berkurang sebanyak 850 hektare.
"Kita bisa mempertahankan sekian puluh hektare dari LP2B yang diatur oleh Perda jika kita serius menggarapnya dan ada insentif bagi pemilik lahan. Dinas Pertanian Pangan, bisa menggulirkan program pertanian organik yang memang memiliki nilai tambah yang lebih bagus dibanding pertanian biasa. Baik dalam konteks tanaman pangan, sayuran, atau holtikultura. Sehingga dengan demikian nilai manfaat dari lahan itu akan terasa bagi pemilik lahan," jelas Atang.
Ditempat yang sama, Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Jenal Mutaqin mengatakan, panen raya ini memang bagian dari rutinitas kelompok tani Subur Makmur setiap empat bulan.
Baca Juga: Syahrul Yasin Limpo Ingin Kembangkan Lorong Pertanian di Kota Makassar
Kegiatan ini pun dilakukan sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT, yang masih memberikan nikmat rezeki berupa hasil panen yang melimpah.
“Jadi ini sebagai rasa syukur kita setiap panen raya dan kedua momentum ini kita manfaat silaturahmi juga dengan teman-teman di DPRD dan juga aparat serta warga sekitar,” kata Jenal Mutaqin.
Politisi Gerindra yang akrab disapa kang JM ini menambahkan, panen padi kali ini didapat dari lahan sawah seluas 7000 meter, namun untuk hasilnya belum terlihat karena masih proses panen.
Tetapi pada panen sebelumnya, hampir mencapai 12 ton gabah dari lahan seluas 18 ribu meter.
“Kalau untuk total lahan ada 2 hektare lebih ya, tapi untuk yang sekarang seluas 7000 meter itu kita belum kelihatan hasilnya berapa. Kalau dilihat dari hasil jenis benih dan jumlah hama, Mudah-mudahan bisa lebih meningkat hasilnya,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
DPRD Kota Bogor Minta Pemerintah Fokus Selesaikan Proyek Masjid Agung
-
Komisi III DPRD Kota Bogor Soroti Pembangunan Infrastruktur Strategis
-
Ambruk Jelang PTM Komisi IV DPRD Kota Bogor Langsung Sidak SDN Otista
-
DPRD Kota Bogor Dengar Curhat Warga Selama Reses
-
Kinerja Masa Sidang Ketiga 2021, DPRD Kota Bogor Tetapkan 3 Raperda Menjadi Perda
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Bongkar Penyebab Banjir Puncak - Cipanas, Alih Fungsi Lahan Jadi Biang Kerok
-
5 Rekomendasi Sepeda Harga 1 Jutaan Enteng Banget Saat Menanjak, Kualitas Bukan Kaleng-kaleng
-
4 Poin Utama Penolakan Warga Terhadap Rencana Pembangunan Fasilitas Pengolahan Sampah di Kayumanis
-
Tolak Bau Busuk, Emak-emak Kayumanis Kompak Hadang Proyek Pengolahan Sampah Pemkot Bogor
-
Pelaku Pembacokan di Cengkareng Berhasil Diringkus Polisi di Bogor