SuaraBogor.id - Pengamat transportasi Yayat Supriatna memperkirakan akan ada lebih dari setengah juta orang setiap harinya memadati Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, selama libur Lebaran.
"Asumsinya bisa mencapai 500 ribu orang yang ke Puncak. Jika ditambah dengan pergerakan warga lokal maka potensi jumlah orang yang beraktivitas di kawasan Puncak bisa mencapai lebih dari setengah juta orang," katanya saat menjadi narasumber dalam webinar Badan Penyelenggara Transportasi Jabodetabek (BPTJ) bertajuk "Ngopi Jabodetabek"
Menurutnya, angka tersebut berdasarkan asumsi jumlah kendaraan Tol Jagorawi menuju Puncak saat libur Lebaran yang diperkirakan mencapai 50 ribu kendaraan.
Ia mengasumsikan, jika rata-rata kendaraan berisi lima orang, maka potensi terdapat 250-300 ribu orang yang berwisata ke Puncak. Ditambah, jumlah orang dari pengunjung dengan kendaraan sepeda motor.
"Kalau ditambah sepeda motor yang jumlahnya bisa mencapai 50 ribu atau 100 ribu dan rata-rata dua orang, maka ada potensi 100 ribu sampai 200 ribu orang yang naik motor," kata Yayat.
Anggota Tim Percepatan Pembangunan Strategis Kabupaten Bogor itu juga meminta petugas mengantisipasi adanya konvoi kendaraan di Jalur Puncak yang kerap terjadi selama libur Lebaran.
Ia berpesan kepada masyarakat agar mempertimbangkan kembali sebelum berwisata ke Kawasan Puncak karena sudah hampir dipastikan akan terjadi kemacetan.
"Jangankan Lebaran, Sabtu-Minggu saja sudah macet. Maka selama masih ada pilihan lain yang lebih baik, pilihan itu perlu kita pertimbangkan," tuturnya.
Sementara, Direktur Lalu Lintas BPTJ, Sigit Irfansyah menyebutkan bahwa untuk mengatasi kemacetan di Jalur Puncak selama libur Lebaran, Kementerian Perhubungan bersama Kepolisian menerapkan rekayasa lalu lintas sistem satu arah dan sistem ganjil genap, seperti yang diperlakukan setiap akhir pekan.
Baca Juga: Ingat! Selama Ramadhan Ganjil Genap Tetap Berlaku di Kawasan Puncak Bogor
Ia juga mengklaim bahwa sistem ganjil genap yang mulai diterapkan saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) efektif mengurangi kemacetan di Jalur Puncak.
"Banyak yang bertanya apakah ganjil-genap efektif? Efektif, tapi tidak 50 persen mengurangi kemacetan, hanya sekitar 20-30 persen mengurangi kemacetan," kata Sigit. [ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
BTT Bogor Terserap Puluhan Miliar, WALHI Tekankan Mitigasi Jadi Prioritas
-
Hari Kesaktian Pancasila, Ketua DPRD Kota Bogor Tegaskan Pentingnya Persatuan
-
Cekcok Iuran Sampah Berujung Penganiayaan, Polisi Ringkus Pelaku Pemukulan Pedagang Sayur
-
Anggaran Bencana Bogor Besar, Tapi Mitigasi Dipertanyakan
-
Gandeng Pakar hingga Akademisi, WALHI Jabar Harap EIGER Nature Jadi Pilot Project