SuaraBogor.id - Masyarakat Cianjur yang sering melintasi Jalan Siti Jenab, atau kerap masuk kelingkungan Pendopo Cianjur mungkin sudah tidak asing keberadaan lonceng tua yang berada di pojok kanan.
Lonceng yang menggantung sekitar 1 meter diatas permukaan tanah itu ditopang pada sebuah pengakit baja di antara dua pilar beton yang mejualang.
Lonceng berukuran besar, dibasannya terdapat sebuat tulisan, (BORCHHARD GEGOTEN IN T AMBAGD QWARTIR TOT BATAVIA 1774). Senin (22/8/2022).
Sejarahwan Cianjur Hendi Jo mengisahkan, merujuk pada literatur dan data yang ada lonceng tersebut merupakan pemberian dari VOC kepada Pemerintah Cianjur sekitar tahun 1904 lalu.
Baca Juga: Diiming-imingi Uang Rp 2 Ribu, Kakek 60 Tahun Asal Cianjur Cabuli Bocah 4 Tahun
"Iya itu pemberian dari VOC pada Ciannjur, namun hibahnya masih belum jelas, apakah pemberian lonceng itu atas prestasi Cianjur dalam hal kopi atau karena dianugrahi sebagai kota priangan pada masa itu," katanya saat dihubungi.
Namun, kata Hendi, dengan diubahnya lonceng pemberian dari VOC tersebut dan diwarnai dengan warna merah dan putih, merubah nilai unsur kebudayaan dan cagar budaya terhadap lonceng itu.
"Itu jelas melanggar UU nomor 11 tahun 2010 tentang cagar budaya, karena mengubah peninggalan jaman dulu yang bernilai budaya dan sejarah tanpa persetujuan semua pihak terkait," katanya.
Menurutnya, meski lonceng tersebut belum masuk dalam cagar budaya, namun itu akan menjadi calon cagar budaya. Apabila Pemkab Cianjur teliti itu bisa dimasukan dalam cagar budaya.
"Lonceng tersebut dibuat pada tahun 1774 silam, tentu itu sudah cukup bahwa lonceng itu bisa dimasukan dalam cagar budaya," katanya.
Baca Juga: Moncer Dijual Hingga Jateng dan Jatim, Laris Manisnya Jagung Sindangbarang Cianjur
Hendi menilai dengan diubahnya lonceng peninggalan Belanda itu, menunjukan bahwa jajaran Pemkab Cianjur tidak tahu dengan sejarahnya sendiri.
"Kalau dilihat dari posisi Cianjur yang merupakan penuh dengan sejarah, ini sangat memalukan. Dan kenapa tidak ada koordinasi dulu dengan pupuhu sesepuh, atau sejarahwan yang bisa dimintai pendapatnya," jelasnya.
Selain itu, dirinya juga menyebutkan, pendominasian warna merah pada lonceng itu, dihubungkan dengan kecenderungan politik pihak pemerintah saat ini.
"Gak boleh kaya begitu, pemerintah harus berdiri diatas semua golongan, apalagi dengan nilai-nilai cagar budaya. Itukan milik semua orang bukan milik pribadi atau partai politik tertentu," jelasnya.
Hendi menambahkan, lonceng tersebut dibuat di Batavia oleh Johan Christian Borchard, seorang pengrajin lonceng Eropa terkemuka di dunia pada abad ke-18.
"Lonceng itu khusus dipesan oleh Gubernur Jendral VOC ke-29 Petrus Albertus van Der Parra. Jadi ada dua lonceng yang di buat di Batavia oleh Johan Christian Borchard, pertama ada di Pendopo Cianjur, dan satu lagi ada di Afrika Selatan," katanya.
Sebelumnya, Kereta Kencana Jaya Sasana juga dicat berwarna merah di Pendopo Pemkab Cianjur dan menyita kritik serta perhatian dari publik.
Kontributor : Fauzi Noviandi
Berita Terkait
-
Warga Jabar yang Taat Pajak Jangan Iri karena Tak Dapat Pemutihan, Dedi Mulyadi Siapkan Surprise
-
H-2 Lebaran, Arus Mudik di Tol Cipali Ramai Lancar
-
Ragam Pesan-pesan Lucu dan Mengharukan Pemudik Motor di Kalimalang
-
Lisa Mariana Akui Perbuatannya dengan Ridwan Kamil Salah: Tapi Saya Gak Pernah Hubungi Duluan
-
Lisa Mariana Makin Berani, Akui Pernah Diancam Ridwan Kamil Demi Citra Baik: Bapak Mau Nyalon
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
-
7 Rekomendasi HP 5G Murah Terupdate April 2025, Mulai Rp 2 Jutaan
-
Donald Trump Resmi Umumkan Tarif Baru, Ekonomi Indonesia Terancam Kena Dampak!
Terkini
-
Kemarin Puncak Lumpuh Total! Macet Parah dari Gadog Sampai Cibodas
-
Ajak Warga Berlibur di Bogor, Rudy Susmanto Pastikan Keamanan dan Kenyamanan Wisatawan
-
Dilarang Berenang, Dua Wisatawan Bandung Tetap Nekat, Akhirnya Terseret Ombak Pantai Jayanti Cianjur
-
Sejarah Bogor dalam Lensa! Pameran Foto PFI Bogor Meriahkan Open House Bupati
-
Geram ke Kades Klapanuggal, Dedi Mulyadi: Kepala Desa Peminta THR Lebih Parah dari Preman