SuaraBogor.id - Sebanyak 2.936 penumpang atau pemudik relasi Bogor-Sukabumi, Jawa Barat, pada hari kedua masa angkutan Lebaran 2023 diberangkatkan PT KAI Daerah Operasi 1 Jakarta .
Tercatat ada 98 persen dari total 3.000 tempat duduk yang tersedia per hari di Kereta Api Pangrango relasi Bogor-Sukabumi, Jawa Barat.
"Adapun 2.936 penumpang tersebut yakni 1.500 dari Stasiun Bogor dan 1.436 dari Stasiun Sukabumi," kata Kahumas Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa.
Eva menyampaikan, berdasarkan data Minggu, sekitar 32 ribu tiket untuk keberangkatan pada 14 April sampai dengan 3 Mei telah terjual 54 persen dari jumlah total ketersediaan tempat duduk yakni sebanyak 58.560 pada periode yang sama.
Untuk tanggal favorit atau mayoritas pemesanan dilakukan untuk jadwal keberangkatan pada tanggal 15 April sekitar 2.600 tiket, pada tanggal 22 April sekitar 2.800 tiket dan 23 April sekitar 2.850 tiket.
Berdasarkan data tiket terjual pada tanggal-tanggal tersebut tingkat okupansi volume penumpang sudah mencapai 84 hingga 94 persen dengan volume penumpang berangkat tertinggi tercatat pada tanggal 23 April 2023.
Pada masa Angkutan Lebaran 2023 mulai 14 April atau H-8 hingga 3 Mei atau H+10 secara total PT KAI Daop 1 Jakarta menyiapkan 58.560 tiket KA Pangrango keberangkatan dari Stasiun Bogor dan Sukabumi.
"KA Pangrango dioperasikan tiga kali perjalanan pulang pergi (PP) setiap harinya dengan relasi Stasiun Bogor sampai Stasiun Sukabumi," katanya.
Jadwal keberangkatan di Stasiun Bogor, KA 216C pukul 08.20 WIB, KA 218C pukul 14.20 WIB dan KA 214C pukul 19.50 WIB. Sementara, keberangkatan di Stasiun Sukabumi, KA 213A pukul 05.30 WIB, KA 215B pukul 11.25 WIB, KA 217B pukul 17.25 WIB.
Baca Juga: Pelabuhan Tanjung Priok Dipadati Ribuan Pemudik Tujuan Indonesia Timur
Pemesanan tiket KA Pangrango pun dapat dilakukan melalui aplikasi KAI Acess mulai H-30 sampai 1 jam sebelum keberangkatan. Untuk loket penjualan Go Show dapat melayani pembelian tiket KA Pangrango selambatnya 30 menit sebelum keberangkatan.
Eva menyampaikan, KAI Daop 1 Jakarta juga mengingatkan kembali kepada seluruh pengguna jasa KA Pangrango agar memperhatikan aturan vaksin.
Penumpang wajib menunjukkan kartu dosis pertama (namun usia 6-12 tahun yang belum vaksin harus memiliki surat keterangan dari puskesmas/fasilitas pelayanan kesehatan dengan alasan tertentu, atau didampingi oleh orang tua/orang dewasa yang telah mendapatkan dosis pertama.
Selanjutnya, pelaku perjalanan usia di bawah 6 Tahun tidak wajib menunjukkan kartu vaksin, namun wajib dengan pendamping perjalanan yang telah memenuhi ketentuan vaksinasi.
Pelaku perjalanan dengan kondisi kesehatan khusus atau komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksinasi wajib menunjukkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah.
Kemudian, wajib menggunakan aplikasi Satusehat sebagai syarat melakukan perjalanan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
Terkini
-
7 Fakta Kelam Penyekapan Lansia di Cileungsi: Dari Motif Hingga Wajah Sang Eksekutor
-
Dukung Kelancaran Mudik Lebaran, BRI Siapkan 19.657 ATM dan Posko Mudik BRImo 2026
-
Tak Berkutik! Ini Wajah Komplotan Sadis Penyekap dan Penyiksa Lansia di Cileungsi Bogor
-
Ditemukan Bus Tanpa APAR di Cibinong! Polisi Perketat Ramp Check Jelang Arus Mudik 2026
-
TSDC Bali Perkenalkan Kerajinan Serat Alam dari Desa Celuk ke Pasar Lebih Luas Lewat LinkUMKM BRI