SuaraBogor.id - Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sukaresmi turut angkat bicara kaitan pernikahan sesama jenis di Cianjur yang sempat menghebohkan publik.
Kepala KUA Sukaresmi Dadang Abdullah Kamaludin mengatakan, bahwa pihaknya telah menolah pernikahan sesama jenis tersebut sebanyak tiga kali.
“Beberapa kali mereka datang ke sini dan pada akhirnya mereka mengatakan bahwa mereka akan menikah. Saya bilang tidak boleh, karena ada syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi terlebih dahulu,” kata Dadang, dikutip dari CianjurToday -jaringan Suara.com.
Meski demikian, keduanya tetap bersikeras untuk menikah. Namun, KUA mencegah mereka karena akan berurusan dengan pihak berwenang.
Meski mengaku akan menikah, Dadang menduga bahwa orang tua mereka tidak mengetahui aksi mereka, terutama mengenai identitas calon pengantin pria.
“Sepertinya orang tua mereka tidak tahu. Saya yakin mereka tidak tahu karena dia juga sempat konfirmasi ke sini dan di sini juga ditanya identitasnya,” ujar Kepala KUA.
Seharusnya, jika ingin datang ke KUA, mereka harus membawa identitas yang lengkap. Namun, calon pengantin yang mengaku sebagai pria ini tidak membawa identitas dan dokumen syarat pernikahan.
Sehingga, ketika meminta untuk dinikahkan, petugas KUA selalu menolak hingga sebanyak tiga kali.
Meski ditolak, pasangan sesama jenis ini tidak menyerah. Bahkan, KUA sempat diiming-imingi hadiah melalui pesan singkat jika bisa menikahkan mereka.
Baca Juga: Kasus Pernikahan Sesama Jenis di Cianjur Terbongkar, Dua Wanita Kerja Sama Tipu Orang Tua
Namun, KUA tetap menolak dan akhirnya mereka melangsungkan akad pernikahan secara siri yang hanya disaksikan oleh keluarga dan warga sekitar tanpa sepengetahuan KUA.
Sebelumnya video viral di media sosial menunjukkan momen pernikahan sesama jenis di Cianjur saat calon pengantin pria mengucapkan ijab kabul di hadapan saksi dan keluarga pengantin wanita.
Namun, pernikahan yang digelar pada 28 November 2023 di Cianjur ini ternyata adalah pernikahan sesama jenis.
Publik pun ramai membicarakan pernikahan kontroversial ini, karena ini adalah pernikahan antara wanita dengan wanita.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Menjelang HUT ke-81 RI, Pemkab Bogor Bagikan Bendera Merah Putih ke 40 Kecamatan