Setelah melakukan hubungan badan, sekitar pukul 01:00 WIB dini hari pada Jumat 1 Desember 2023, tersangka menyampaikan ke korban untuk mengakhiri hubungan. Namun, korban menolak hingga berteriak.
"Karena korban berteriak, kemudian dari si tersangka membekap mulut korban, menutup jalan nafas hidung dan mulutnya selama 5 menit," ucap dia.
"Kemudian menekan di bagian leher, sehingga korban kehabisan nafas dan lemas," lanjut Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso.
Setelah korban tak sadarkan diri, pelaku kemudian menidurkan pacarnya ini di tempat tidur. Sementara, Rahmat Agil alias Alung sempat ikut tidur di samping korban yang sudah lemas.
"Jam 4 dini hari tersangka ini bangun. Kemudian melihat korban masih dalam kondisi lemas, dan diperkirakan meninggal dunia," ungkap dia.
Selanjutnya, pelaku keluar dari penginapan dan meninggalkan korban seorang diri. Di mana, Rahmat Agil alias Alung ini mencoba mencari bantuan dari rekannya.
"Si tersangka keluar dari hotel kemudian pergi menemui temannya, kemudian mengatakan 'tolong saya'. Akhirnya si temannya tersebut bersama tersangka datang ke hotel," kata dia.
Sesampainya di Pondok Nirmala kamar nomor 33, rekan pelaku ini kaget melihat kondisi korban sudah terlentang di atas kasur, dengan darah yang berceceran di sprei.
"Awalnya kondisi gelap, kemudian ketika dinyalakan lampunya terkejut dengan kondisi korban yang terlentang, kemudian darah di sprei, ditanya ini karena apa? Dijawab tersangka karena kecelakaan," beber Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso.
Baca Juga: Pesan Pelaku ke Ibu Setelah Bunuh Mahasiswi di Depok: Bu Saya Pamit, Bakal Pergi Jauh
"(Kata rekan pelaku) Kalau begitu beritahu orangtuanya atau dibawa ke rumah sakit. Tapi si tersangka bilang biar kita bawa ke orangtuanya dulu," lanjut dia.
Setelah itu, pelaku bersama rekannya ini mencoba membawa korban ke rumah orang tuanya. Di mana, korban dibawa dengan menggunakan sepeda motor berbonceng tiga.
"Dipakaikan jaket oleh si temannya tersebut, pada saat dipakaikan jaket, temannya merasakan sudah dingin dan kaku (kondisi korban)," imbuh dia.
"Kemudian dibonceng di motor bertiga dari si tersangka di depan, kemudian korban di tengah dan temannya di belakang," lanjut Kapolresta Bogor Kota.
Di tengah perjalanan menuju rumah orang tua korban, pelaku tiba-tiba mengurungkan niatnya karena alasan takut. Sehingga, ia membawa korban ke ruko yang ada di kawasan Brajamustika, di mana ia bekerja.
"Sudah dibawa, tapi sesampainya di mulut gang dari rumah orangtua si korban, si tersangka takut dan mengurungkan niatnya," ucap dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Bedak Tabur Waterproof yang Tidak Mudah Luntur Saat Hujan
- 3 Cara Cek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak Lewat HP, Tak Perlu ke Kantor
- Link Download Tema dan Logo HUT TNI 2026 Resmi dari Mabes TNI
- 3 Rekomendasi Sepatu Lokal Sol Empuk Aman untuk Hujan-hujanan, Anti Licin
- Bagaimana Cara Mengetahui Feng Shui Kita? Kenali Kua Number dan Cara Menghitungnya
Pilihan
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
Terkini
-
33 Tahun Kayuh Becak, Kini Acep Beralih ke Becak Listrik Bantuan Prabowo
-
Prabowo Bagikan 160 Becak Listrik Pindad Gratis untuk Tukang Becak Lansia di Kota Bogor
-
Pekan Ini, Menteri ATR/BPN Dipanggil KPK Sebagai Saksi
-
Usai Temuan Kamar Mewah, Ombudsman Garap Dugaan Pungli Rp150 Ribu per Minggu di Lapas Cibinong
-
Drama Penalti Pulangkan Thailand, Alun-Alun Bogor Meledak Sambut Indonesia Juara