SuaraBogor.id - Alergi dan gangguan Imunologi menjadi permasalahan sendiri bagi sejumlah pengidapnya. Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Konsultan Alergi Imunologi Eka Hospital Cibubur, dr. Yovita Mulyakusuma, membedah tanda-tanda dan pencegahan dua hal tersebut.
Yovita menjelaskan alergi adalah respons tubuh yang berlebihan terhadap zat asing yang sebenarnya tidak berbahaya. Zat-zat ini disebut alergen dan bisa berupa serbuk sari, bulu hewan, jenis makanan tertentu, obat-obatan, atau bahan kimia.
"Ketika seseorang yang alergi mengalami paparan dengan alergen tertentu, sistem kekebalan tubuhnya akan bereaksi secara berlebihan, dan timbul gejala seperti pilek, bersin-bersin, sesak napas, ruam kulit, bahkan reaksi anafilaksis yang mengancam jiwa," kata dia, Senin (26/2/2024).
Sementara untuk imunologi adalah studi tentang sistem kekebalan tubuh dan merupakan cabang yang sangat penting dari ilmu kedokteran.
"Sistem kekebalan tubuh berfungsi untuk melindungi kita dari infeksi melalui berbagai lini pertahanan," ujarnya.
Yovita mengatakan gangguan imunologi melibatkan disfungsi dalam sistem kekebalan tubuh. Kondisi di mana sistem kekebalan tubuh secara berlebihan dan keliru mengenali sel tubuhnya sendiri yang sehat sebagai zat asing, sehingga menyerang sel tubuhnya sendiri, disebut autoimun. Contohnya adalah Lupus, Rheumatoid arthritis, Sindrom Sjorgen, Psoriasis, dan masih banyak lagi.
"Di sisi lain, terdapat kondisi imunodefisiensi, di mana sistem kekebalan tubuh lemah atau disfungsi, sehingga membuat individu lebih rentan terhadap infeksi. Contohnya termasuk HIV/AIDS, kanker, imunodefisiensi kongenital, dan lain-lain," tuturn dia.
Penyebab alergi dan gangguan imunologi bervariasi dan seringkali kompleks. Faktor genetik, lingkungan, dan gaya hidup memainkan peran penting dalam perkembangan keduanya.
Seseorang yang memiliki riwayat keluarga alergi atau autoimun, memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami alergi atau autoimun.
Baca Juga: Waspada! Kasus DBD di Kota Bogor Melonjak, 2 Orang Meninggal Dunia
Namun, berbagai hal seperti jenis kelamin, stress, paparan zat kimia, paparan alergen, diet, infeksi dan lain-lain, ikut berperan dalam terjadinya kondisi alergi dan autoimun tersebut.
"Sementara untuk kondisi imunodefisiensi dipengaruhi oleh faktor genetik, mutasi gen, infeksi virus, adanya keganasan, penggunaan obat-obatan imunosupresan, kemoterapi, dan sebagainya," paparnya.
Gejala alergi dapat mencakup gatal-gatal, mata berair, hidung tersumbat, batuk, sesak napas, kelainan kulit, hingga anafilaksis.
Gejala autoimun bervariasi tergantung pada jenis autoimunnya dan seberapa parah kondisinya.
Beberapa gejala yang secara umum didapatkan pada kondisi autoimun diantaranya adalah rasa lelah, sering demam, nyeri sendi, rambut rontok, ruam-ruam di kulit.
"Sedangkan pada kondisi imunodefisiensi, gejalanya berupa terkena infeksi berulang, peningkatan risiko infeksi yang serius, dan penyembuhan yang lambat dari penyakit ringan," tutup dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Bupati Bogor Sulap Horison Sayaga Jadi Destinasi Rekreasi
-
BRI Raih Empat Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Temani Istri Beli Makan, Pria di Bogor Malah Bacok Bobotoh hingga Tewas
-
Pesan Menohok Bupati Bogor ke Pengelola Dapur MBG: Presiden yang Disalahkan jika Ada Kesalahan
-
Kurangi Limbah Dapur, ibis Styles Bogor Pajajaran Pakai Cangkang Telur Dukung Tani & Pendidikan Anak