SuaraBogor.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus melakukan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan, hal tersebut bentuk untuk menggagalkan aksi penyelundupan benih Lobster.
KKP sendiri saat ini memperkuat pengawasan dengan berbagai kementerian dan lembaga di beberapa lokasi baik darat dan laut yang berpotensi menjadi pintu penyelundupan benih lobster.
“Kami memang sudah beberapa kali melakukan apel kesiapan (pencegahan penyelundupan BBL) di tiap bandara, semua yang transit di situ. Ada aparat TNI AL yang ditugaskan di bandara maupun TNI AU, kepolisian. Memang sudah kami cegah,” ujar Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Pung Nugroho Saksono, Senin (6/5/2024).
Ia juga mengakui telah menjalin kerja sama dengan Pangkalan TNI AL, Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair), Kepolisian Daerah hingga Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan untuk memperketat pengawasan penyelundupan komoditas perikanan termasuk benur.
Namun demikian, Ipung sapaan akrabnya mengakui oknum-oknum ini tak hentinya menjalankan aksi nakal lewat pintu-pintu lain yang tersebar di seluruh Indonesia.
Ipung menyebut sejumlah wilayah yang rawan penyelundupan benur meliputi Palembang hingga Jambi.
Ia juga menyayangkan masih ada oknum-oknum nakal yang nekat menyelundupkan BBL ke luar negeri. “Jadi sayang kalau barang ini lari ke luar negeri terus sementara nilainya luar biasa di Vietnam itu,” ujar Ipung.
Ia menambahkan, potensi ekonomi dari BBL yang bocor ke Vietnam sebagai pasar utama lobster lewat aksi ilegal bisa mencapai triliunan rupiah. Sementara Indonesia hanya bisa menjadi penonton akibat ulah oknum-oknum nakal.
Ipung menerangkan, modus operandi para pelaku penyelundup benur ini sulit dideteksi. Diakuinya para pelaku yang beroperasi di darat kerap berganti plat mobil hingga jenis kendaraan untuk mengelabui petugas.
“Mereka modusnya mengganti mobil biasanya dari mulai Sukabumi sampai Bogor ganti mobil, nanti nyeberang ganti mobil berangkat seperti itu, jadi sulit ketika kami ada informasi dari titik awal pakai mobil plat ini mengelabui petugas dalamnya sampai pakai mobil Alphard,” ujarnya pula.
Sementara itu di udara, lanjut dia, pelaku kerap menggunakan koper atau kerap disebut koperman untuk menyusupkan benur lewat bandara. Kemudian di laut, pelaku beroperasi pada malam hari dengan menggunakan kapal dengan kecepatan tinggi (speed boat) dengan tujuan penyelundupan ke Singapura ataupun Malaysia namun pada ujungnya BBL itu bakal bermuara di Vietnam yang memiliki area budi daya lobster.
Dengan sejumlah modus yang telah diketahui, pihaknya bakal meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah kebocoran BBL ke luar negeri. [Antara].
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
Terkini
-
Nyepi 2026, BRI Peduli Salurkan Paket Sembako bagi Warga Desa Angseri dan Desa Sarimekar di Bali
-
Pilihan Hotel di Margonda Depok 500 Ribuan, Kamar Nyaman dan Luas
-
Bagian dari Danantara Indonesia, BRI Berangkatkan 12.352 Pemudik dengan 238 Bus
-
Jamin Keselamatan, Kapolres Bogor Pastikan Sopir Bus Mudik Gratis Bebas Narkoba dan Alkohol
-
Rekomendasi Tempat Abadikan Momen Lebaran di Bogor: Ada Atedoz Space dan Aceng Production