SuaraBogor.id - Para pejabat yang melakukan perjalanan diduga pelesiran ke Yogyakarta nampaknya menjadi sorotan baru-baru ini bagi korban gempa Cianjur, Jawa Barat.
Pasalnya, warga korban gempa itu hingga saat ini masih menetap di tenda-tenda pengungsian. Tentu mereka menyoroti puluhan para pejabat yang pergi ke Yogyakarta itu.
Informasi yang dihimpun, kepergian puluhan pejabat Pemkab Cianjur ke Yogyakarta dalam rangka liburan usai Study Tour ke Kabupaten Sleman.
Rombongan puluhan pejabat berangkat dari Cianjur, Rabu 8 Mei 2024 sekitar pukul 03.00 Wib, menuju ke Stasiun Kereta Api Kota Bandung.
Dalam rundown yang beredar di kalangan pewarta tidak ada jadwal Study Tour ke Kabupaten Sleman, tetapi lebih pada liburan dengan berbagai kunjungan ke objek wisata, salah satunya ke Gunung Merapi.
Asep (47) salah satu korban gempa yang kini resah dengan ketidakpastian pencairan bantuan stimulan tahap 4, menyayangkan pejabat Cianjur liburan ke Yogyakarta.
“Saya mah bingung nunggu bantuan tahap 4, ini mah malah enak-enakan aja liburan,” tutur Asep pada wartawan.
Asep meminta harusnya pejabat lebih tenggang rasa terhadap nasib korban gempa seperti dirinya yang masih tinggal di tenda.
“Sedih we,” singkatnya.
Baca Juga: Viral Wisatawan Diusir dan Dihina Petugas Warpat Puncak: Tarif Parkir Rp100.000 Tak Jelas
Ketua DPK Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kabupaten Cianjur Dadan Ginanjar mengatakan, keberangkatan para pejabat Cianjur atas seizin Bupati Cianjur Herman Suherman untuk mewakili KORPRI Cianjur.
Di sana, para pejabat akan melakukan study tour kaitan dengan organisasi KORPRI yang lebih maju.
"Saya sebagai ketua DPK KORPRI Cianjur dan rekan-rekan pengurus setiap tahun memprogramkan kegiatan study tiru. Kalau tahun kemarin ke Padang Sumatera Barat, tahun ini kita ke Sleman, Yogyakarta," kata Dadan.
Pemilihan Kabupaten Sleman sebagai tempat untuk melakukan Study Tour menurut Dadan, karena dinilai memiliki sistem yang tidak tergantung kepada iuran anggotanya.
"Yang akan ditiru pertama dari segi iruan teknik KORPRI di sana, mereka punya usaha lebih maju yaitu hotel. Kalau usahanya sudah besar ya minimal ada kededeuh buat pensiun dan santunan untuk yang meninggal," tandasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
ASN Depok Dilarang Live Medsos Selama Jam Kerja, Melanggar Bisa Kena Sanksi Disiplin
-
Rayakan HJB ke-544, Bupati Rudy Susmanto Resmi Buka Kabogorfest 2026 di Pakansari
-
Meriahkan HJB ke-544, Pemkab Bogor Resmikan JPO Skywalk dalam Acara Car Free Night
-
Ryamizard Ryacudu Wafat, Rumah Duka Cikeas Dipadati Tokoh Militer dan Pejabat Negara
-
Pecah Rekor MURI! Pemkab Bogor Sukses Gelar Layanan Publik Nonstop 100 Jam