SuaraBogor.id - Warga Kabupaten Cianjur, Jawa Barat diminta tetap waspada meski saat ini tanggap darurat pergerakan tanah telah berakhir lantaran dicabut oleh pemerintah.
BPBD Kabupaten Cianjur mencatat ada sebanyak 65 kepala keluarga korban pergerakan tanah di Kecamatan Bojongpicung, sudah kembali ke rumahnya masing-masing.
"Berdasarkan hasil penelitian Badan Geologi dan BMKG perkampungan di Desa Jatisari, Kecamatan Bojongpicung, masih layak ditempati warga, namun mereka diminta untuk tetap waspada dan segera mengungsi ketika hujan turun lebat," kata Kepala BPBD Cianjur Asep Sukma Wijaya.
Meski TDB telah usai tutur Asep, pihaknya masih menempatkan petugas guna memantau dan mengawasi lokasi pergerakan tanah di dua kampung di Desa Jatisari, sebagai upaya antisipasi dan penanganan cepat ketika bencana alam kembali terjadi.
Sedangkan upaya pencegahan dengan menutup patahan di bagian atas perkampungan dan penanaman pohon guna menahan air selanjutnya diserahkan pada warga untuk di rawat dan segera melapor ketika melihat tanda alam akan terjadinya bencana susulan.
"Kami meminta petugas untuk rutin memantau, mengawasi dan melaporkan perkembangan di lapangan, ketika terlihat tanda alam mereka akan langsung melakukan evakuasi warga ke tempat aman," katanya.
Sedangkan terkait tiga rumah warga yang rusak, tutur dia, sudah diajukan untuk mendapat bantuan dari pemerintah daerah agar dapat dibangun kembali dengan catatan bukan rumah permanen melainkan rumah panggung sesuai rekomendasi Bandan Geologi.
"Kami sarankan untuk pembangunan kembali rumah yang rusak berat tidak permanen tetapi rumah panggung, saat ini proses bantuan sudah berjalan dengan harapan dapat segera turun dari Pemkab Cianjur," katanya.
Seperti diberitakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, menetapkan status tanggap darurat bencana (TDB) pergerakan tanah di Desa Jatisari, Kecamatan Bojongpicung, Rabu (1/5) selama 14 hari ke depan karena banyaknya warga yang mengungsi.
Baca Juga: Belajar di Tenda, Siswa SD di Agrabinta Cianjur Terpaksa Sekolah Usai Ruang Kelas Ambruk
Penerapan status TDB pergerakan tanah berdasarkan banyaknya rumah terdampak dan adanya pengungsi serta pergerakan tanah yang terus meluas. Rumah terdampak total 61 rumah ditambah 2 masjid, sedangkan keluarga yang mengungsi sebanyak 67 kepala keluarga dengan jumlah jiwa sekitar 214 orang. [Antara].
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Temani Istri Beli Makan, Pria di Bogor Malah Bacok Bobotoh hingga Tewas
-
Pesan Menohok Bupati Bogor ke Pengelola Dapur MBG: Presiden yang Disalahkan jika Ada Kesalahan
-
Kurangi Limbah Dapur, ibis Styles Bogor Pajajaran Pakai Cangkang Telur Dukung Tani & Pendidikan Anak
-
Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang
-
20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor