SuaraBogor.id - Wisatawan mulai memadati dan membuat macet kawasan wisata alam Puncak Cisarua, Kabupaten Bogor pada libur Waisak, Senin 12 Mei 2025.
KBO Satlantas Polres Bogor, Iptu Ardian Novianto menjelasakan saat ini pihak keponakan masih memberlakukan sistem satu arah atau oneway dari Jakarta menuju Puncak.
"Saat ini kami memang masih memberlakukan sistem satu arah atau one way dari jakarta ke atas," kata Iptu Ardian di Gadog, Ciawi, Bogor, Jawa Barat.
Jika situasi sudah kondusif, pihak kepolisian akan memberlakukan oneway dari Puncak menuju Jakarta untuk wisatawan yang hendak pulang berwisata.
"Memang situasi arus yang akan menuju ke puncak memang sudah berkurang, maka kami saat ini memberlakukan untuk satu arah ke bawah langsung, sehingga kendaraan yang akan menuju puncak kami tutup," jelas dia.
Iptu Ardian mencatat bahwa sudah ada puluhan Ribu kendaraan di jalur puncak hingga siang tadi baik yang baru masuk maupun yang keluar.
"Jumlah kendaraan yang naik maupun yang turun sampai dengan saat ini baru sekitar 30 ribu kendaraan," kata dia.
Ardian memprediksi, jumlah kendaraan akan berangsur menurun pada sore ini dengan melihat kepadatan yang berangsur sepi dari arah Jakarta menuju Puncak.
"Kalau untuk jumlah kendaraan yang naik saat ini baru mencapai 8 ribu kendaraan. Namun, untuk yang turun kemungkinan nanti siang akan banyak," tutupnya.
Baca Juga: Rudy Susmanto Ajak Chris John Dirikan House of Combat, Wadah Semua Bela Diri
Informasi Tambahan Destinasi Wisata Anti Macet di Bogor
Kawasan Puncak Bogor menjadi destinasi wisata nasional yang digemari oleh para pengunjung karena keasrian alam dan kesejukan udaranya.
Meski bermacet-macetan, para wisatawan rela menghabiskan waktunya demi menghirup udara segar yang tak ditemukan di Jakarta.
Namun, bagaimana jika udara segar dan keasrian alam itu didapatkan tanpa perlu bermacetan di Puncak? Tentu ini akan menjadi alternatif wisata orang-orang kota untuk mengurangi waktu yang membosankan ketika bermacetan.
Tidak banyak yang tau, destinasi wisata di Kabupaten Bogor ternyata bukan hanya Puncak yang menyuguhkan wisata alam yang Instagramable dan membuat nyaman pengunjungnya.
Para wisatawan tidak perlu khawatir adanya pungutan liar yang terkenal di Kabupaten Bogor, berikut destinasi wisata alam alternatif, tanpa macet dan pungli:
Berita Terkait
-
Rudy Susmanto Ajak Chris John Dirikan House of Combat, Wadah Semua Bela Diri
-
Siap-siap! Polisi Terapkan Rekayasa Lalin Antisipasi Macet Parah di Puncak-Cipanas
-
Keracunan MBG Jadi Alarm! MPR Desak Evaluasi Total Program Makan Bergizi Gratis
-
Dedie Rachim: Pemkot Bogor Bayar Pengobatan Korban Keracunan MBG
-
KEK Lido Terancam Sanksi Berat, KLH Kantongi Bukti Pelanggaran
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
Terkini
-
Desa Hendrosari Melesat: UMKM Berkembang, Pembeli Berdatangan, Ekonomi Tumbuh Lewat Desa BRILiaN
-
Sentuhan Nostalgia di D'Kambodja Heritage, Kuliner Semarang Karya Anne Avantie yang Kian Berkembang
-
Berawal Sederhana, BRILink Agen di Bakauheni Tumbuh Jadi Tulang Punggung Layanan Transaksi
-
Desa BRILiaN Tompobulu Jadi Contoh Sukses Pengembangan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal dan Teknologi
-
Ekosistem Usaha Terintegrasi, Empang Baru Jadi Desa Ekonomi Mandiri