SuaraBogor.id - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Bogor, Jawa Barat melakukan operasi minuman keras dan penjajalan pekerja seks komersial (PSK) di wilayah Kecamatan Cibinong.
Hal itu terungkap usai Satpol PP Bogor melakukan razia pada Kamis 15 Mei 2025 dini hari.
Sekretaris Satpol-PP Kabupaten Bogor, Anwar Anggana menjelaskan, operasi itu dilakukan berdasarkan Perda nomor 4 tahun 2015 tentang Ketertiban Umum dan peraturan Bupati Bogor nomor 81 tahun 2021.
Anwar menjelaskan, Satpol-PP Kabupaten Bogor mengamankan 535 minuman keras di lokasi pertama di warung klontong wilayah Jalan Raya Setu Cikaret, Kecamatan Cibinong.
Lokasi kedua, Satpol-PP Kabupaten Bogor mengamankan 3 3 perempuan yang diduga sebagai pekerja seks komersial dan pelanggan aplikasi Michat.
"Lokasi Ketiga personil berada di kontrakan daerah Ciriung Golf, personil berhasil mengamankan 4 perempuan yang diduga sebagai PSK dan pelanggan Michat," jelas dia.
Kemudian di lokasi ke empat, Polisi mengamankan tiga PSK di sebuah kontrakan di wilayah Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Cibinong.
"Lokasi Kelima berada dikontrakan di sekitar Puri Nirwana 1 berjumlah 1 Perempuan yang diduga sebagai PSK," jelas dia.
Dari 11 PSK itu, empat diantaranya merupakan PSK yang memiliki penyakit HIV dan AIDS. Sementara 7 lainnya akan dikirim ke balai SPRTS Sukabumi.
Baca Juga: Eksklusif: 16 Pengurus KONI Kabupaten Bogor Di-PAW, Empat Diantaranya Tim Sukses Rudy Susmanto
"Dari hasil yang di dalami 4 orang mengidap HIV AIDS dalam pantauan penggiat/pendamping HIV, dan 7 orang Wanita Tuna Susila di rujuk langsung kepada Balai SPRTS Sukabumi," tutup dia.
Bahaya Berhubungan dengan Pengidap HIV
HIV dan AIDS merupakan penyakit yang belum ditemukan obatnya untuk menjadi sembuh secara total. Namun, terdapat pengobatan yang efektif untuk mengontrol virus dan memperlambat perkembangan penyakit sebagai berikut:
- Antiretroviral Therapy (ART): ART adalah pengobatan yang menggunakan kombinasi obat-obatan untuk menghambat replikasi virus HIV dalam tubuh. ART dapat memperlambat perkembangan penyakit dan meningkatkan kualitas hidup pengidap HIV/AIDS.
- Pengobatan Pendukung: Pengobatan pendukung seperti pengobatan untuk penyakit oportunistik dan perawatan kesehatan lainnya juga penting untuk meningkatkan kualitas hidup pengidap HIV/AIDS.
Dengan pengobatan yang tepat dan perawatan yang baik, pengidap HIV/AIDS dapat hidup lebih lama dan lebih sehat. Penting untuk melakukan tes HIV secara teratur dan memulai pengobatan jika terdiagnosis HIV.
Sementara, berikut bahayanya jika berhubungan dengan orang yang mengidap penyakit HIV dan AIDS:
- Penularan: HIV dapat menular melalui hubungan seksual, transfusi darah, atau dari ibu ke anak selama kehamilan, persalinan, atau menyusui.
- Kerusakan Sistem Kekebalan Tubuh: HIV menyerang sistem kekebalan tubuh, membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit.
- Penyakit Opportunistik: Pengidap HIV/AIDS lebih rentan terhadap penyakit oportunistik seperti pneumonia, tuberkulosis, dan kanker.
- Kematian: Jika tidak diobati, HIV dapat menyebabkan kematian.
Stigma dan Diskriminasi: Pengidap HIV/AIDS sering mengalami stigma dan diskriminasi sosial, yang dapat mempengaruhi kualitas hidup mereka.
Bahaya HIV bagi Kesehatan
1. Penurunan Sistem Imun
HIV merusak dan menghancurkan sel CD4.
Tanpa cukup sel CD4, tubuh menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik (infeksi yang biasanya tidak membahayakan orang sehat).
2. Perkembangan menjadi AIDS
Tanpa pengobatan, HIV dapat berkembang menjadi AIDS dalam 8–10 tahun.
AIDS adalah tahap akhir HIV, di mana sistem imun sangat lemah dan tidak mampu melawan penyakit ringan sekalipun.
3. Infeksi Oportunistik dan Kanker
Tubuh lebih mudah terkena TBC, pneumonia, kandidiasis, sarkoma Kaposi, dan limfoma.
Infeksi ini bisa sangat serius atau mematikan.
4. Kerusakan Organ
HIV yang tidak dikendalikan bisa menyebabkan kerusakan jantung, ginjal, otak, dan hati.
Kontributor : Egi Abdul Mugni
Tag
Berita Terkait
-
Eksklusif: 16 Pengurus KONI Kabupaten Bogor Di-PAW, Empat Diantaranya Tim Sukses Rudy Susmanto
-
Preman di Bogor Diobrak-abrik! 40 Pelaku Diciduk, Gerbang Pabrik Jadi Sasaran
-
Evaluasi Pelaksanaan Pemerintah Kota Bogor DPRD Kota Bogor Keluarkan Rekomendasi LKPJ 2024
-
Misteri Bungkamnya Developer Grand Alifia Bogor Usai Dipolisikan Warga
-
Kearifan Lokal Terancam? Modernitas dan Ketidakadilan Gerogoti Peran Masyarakat Adat
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Realisasi Anggaran BTT Pemkab Bogor Baru 41 Persen, Sisa Rp52,1 Miliar Disiapkan untuk Bencana
-
McDonalds Indonesia-YAPI Beri Beasiswa untuk 35 Mahasiswa Baru IPB
-
KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT
-
KPK Dikabarkan OTT di BPN Kabupaten Bogor, Sejumlah Pihak Diamankan?
-
Kisah Dewi Natalia, Mantri BRI yang Dampingi 380 Debitur hingga Lepas dari Rentenir