-
Samisade 2026 Bogor naik jadi Rp1,5 Miliar per desa, berlaku mulai tahun depan dengan perluasan cakupan.
-
Dana Samisade tidak hanya untuk infrastruktur, tapi juga pendidikan, UMKM, lingkungan, dan kegiatan sosial keagamaan.
-
Bupati Rudy Susmanto mengubah Perbup Samisade untuk pembangunan desa yang lebih merata dan holistik.
SuaraBogor.id - Pemerintah Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto tengah merombak Peraturan Bupati (Perbup) tentang Bantuan Keuangan Infrastruktur Desa, atau yang dikenal dengan program Satu Miliar Satu Desa (Samisade).
Perubahan signifikan ini akan berlaku mulai tahun 2026, dengan peningkatan alokasi dana dan perluasan cakupan kegiatan yang didanai.
Program Samisade, yang digagas di era Bupati Ade Yasin, awalnya memberikan bantuan keuangan maksimal Rp1 miliar per desa khusus untuk kegiatan infrastruktur.
Kini, Bupati Rudy Susmanto mengumumkan peningkatan bantuan menjadi maksimal Rp1,5 miliar per desa, dengan fleksibilitas penggunaan yang lebih besar.
Dalam diskusi publik terakhir bersama perwakilan 40 DPK Apdesi se-Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto menjelaskan arah perubahan Perbup tersebut.
"Kita terakhir public hearing atau diskusi bersama dengan Apdesi Kabupaten Bogor perwakilan 40 DPK Apdesi se Kabupaten Bogor meminta saran meminta masukan," kata Rudy, Minggu 5 Oktober 2025.
Ia menambahkan, bahwa arahan Perbup itu bisa final segera mungkin. "Ini bukan perbup tahun 2025 tetapi perbup tahun 2026," harapnya.
Berbeda dengan Perbup sebelumnya, bantuan keuangan desa yang diberikan oleh Rudy Susmanto tidak hanya terfokus pada pembangunan infrastruktur. Cakupan penggunaannya diperluas untuk kegiatan non-infrastruktur, meliputi:
- Pendidikan: Minimal satu desa satu sarjana setiap tahun.
- Lingkungan: Pengelolaan sampah di tingkat desa.
- Ekonomi Lokal: Dukungan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
- Sosial Keagamaan: Kegiatan sosial keagamaan, termasuk membantu pondok pesantren dan majelis di tingkat desa yang belum berbadan hukum dan tidak bisa mengakses bantuan pemerintah secara langsung.
"Untuk infrastruktur tetap, kedua non infrastruktur salah satu adalah minimal satu desa satu sarjana setiap tahun, kedua terkait pengolahan sampah, ketiga untuk memberikan dukungan kepada pelaku terhadap pelaku umkm, keempat kegiatan sosial keagamaan," jelas Rudy.
Baca Juga: Detik-Detik Mencekam! Pemain Persikad Depok Koma Usai Duel Udara
Meskipun cakupan penggunaan anggaran telah diperluas, Bupati Rudy Susmanto belum menetapkan persentase pasti untuk alokasi antara pembangunan infrastruktur dan non-infrastruktur. Pihaknya masih merumuskan proporsi yang paling optimal.
"Sedang kita rumuskan bersama-sama. Jadi kita mencoba mencari beberapa poin apakah dapat misalnya non infrastruktur dapat dimaksimalkan dengan 1,5 miliar. Tetapi ada beberapa desa yang infrastrukturnya sudah selesai seperti contohnya desa tangkil bisa digunakan untuk non infrastruktur maksimalnya 1,5 miliar atau menggunakan proporsi presentase nanti kita rumuskan bersama," tutup Rudy.
Kontributor : Egi Abdul Mugni
Berita Terkait
-
Detik-Detik Mencekam! Pemain Persikad Depok Koma Usai Duel Udara
-
Bukan Sekadar 32 Km Jalan, Intip Visi PU 608 di Balik Tol Bogor-Serpong
-
Misteri di Balik Tol Bogor Serpong, Mengapa Investor Rela Tanam Rp12,3 Triliun Tanpa Bebani APBN?
-
Guncangan M 2,3 di Bogor Pagi Kemarin, Ini Penjelasan BMKG tentang Kekuatan Sebenarnya
-
Inilah Jam-Jam Penentu One Way di Puncak 5 Oktober 2025, Jangan Sampai Rencana Liburan Anda Hancur!
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
Terkini
-
BRI Raih Empat Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Temani Istri Beli Makan, Pria di Bogor Malah Bacok Bobotoh hingga Tewas
-
Pesan Menohok Bupati Bogor ke Pengelola Dapur MBG: Presiden yang Disalahkan jika Ada Kesalahan
-
Kurangi Limbah Dapur, ibis Styles Bogor Pajajaran Pakai Cangkang Telur Dukung Tani & Pendidikan Anak
-
Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang