-
Warga Bojong Kulur menggembok kantor desa sebagai protes keras atas ingkar janji Kepala Desa Firman.
-
Kepala desa melanggar komitmen untuk tidak masuk kantor sebelum keputusan Bupati Bogor tentang janjinya.
-
Aksi gembok hanya pada ruang kades, pelayanan publik di kantor desa tetap berjalan normal.
SuaraBogor.id - Kantor Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat mendadak digembok oleh warganya pada Kamis (23/10/2025) sore kemarin.
Aksi ini merupakan bentuk protes tegas terhadap Kepala Desa Bojong Kulur, Firman Riansyah yang dinilai ingkar janji kepada masyarakat.
Menurut salah satu warga bernama Adul, tindakan penggembokan ini dilakukan karena Kepala Desa Firman dianggap tidak menepati komitmennya untuk tidak masuk kantor sebelum adanya keputusan resmi dari Bupati Bogor terkait janjinya.
“Kita gembok kemarin sore,” ujar Adul saat dikonfirmasi wartawan hari ini, Jumat (24/10/2025) kemarin.
Adul menuturkan, dalam aksi damai yang digelar sebelumnya pada 15 September 2025, Kepala Desa Firman telah berjanji di hadapan Camat dan masyarakat bahwa dirinya tidak akan berkantor hingga ada keputusan dari Bupati Bogor.
Namun, warga beberapa kali memergoki Firman tetap datang dan beraktivitas di kantor desa, yang memicu kekecewaan dan rasa ketidakpercayaan.
“Kita gembok karena Kepala Desa Bojong Kulur sendiri ingkar janji. Pada aksi damai sebelumnya, beliau sudah berjanji tidak akan masuk kantor, tapi nyatanya tetap masuk,” tegas Adul.
Meskipun melakukan aksi penggembokan, warga Desa Bojong Kulur memastikan bahwa pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal dan tidak terganggu. Hal ini menunjukkan bahwa aksi protes ini fokus pada Kepala Desa Firman dan bukan untuk menghambat pelayanan publik.
“Pelayanan tetap dibuka. Yang kita gembok hanya aula dan ruang kerja Kepala Desa,” tambah Adul.
Baca Juga: Warga Bogor Siap-siap! Mulai Pukul 6 Pagi, Jalan Utama Cibinong Bakal Berubah Jadi Arena Olahraga
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kecamatan Gunung Putri maupun Pemerintah Kabupaten Bogor belum memberikan keterangan resmi terkait aksi penggembokan kantor desa tersebut.
Aksi ini menjadi cerminan dari tuntutan transparansi dan akuntabilitas dari masyarakat terhadap pemimpin mereka di tingkat desa.
Warga berharap lanjutnya bahwa Bupati Bogor dapat segera merespons dan menyelesaikan persoalan ini demi terciptanya pemerintahan desa yang sesuai dengan aspirasi masyarakat.
Tag
Berita Terkait
-
Warga Bogor Siap-siap! Mulai Pukul 6 Pagi, Jalan Utama Cibinong Bakal Berubah Jadi Arena Olahraga
-
7 Fakta Mengejutkan Kasus Anak Pejabat di Angkringan Cileungsi, Sekdes dan Tokoh Pemuda Pasang Badan
-
Anak Anggota DPRD Bogor Dianiaya Warga? Sekdes Mekarsari: Itu Fitnah!
-
Anak Anggota DPRD Terlibat Kericuhan di Angkringan Cileungsi, Warga: Keresahan Sudah Lama
-
Kades Cikuda AS Resmi Ditahan, Praktik Tanda Tangan Berbayar Dokumen Tanah Berakhir di Jeruji Besi
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
Terkini
-
5 Rekomendasi Tempat Bukber Asri di Leuwiliang untuk Reuni Sekolah
-
9.867 PPPK Paruh Waktu Kabupaten Bogor Dipastikan Terima THR Tahun Ini
-
Bupati Bogor Kawal Penyaluran Bantuan Presiden agar Tepat Sasaran di Babakan Madang
-
Dukung Udara Bersih, SPBG Bogor Layani 312 Angkot Setiap Hari dengan Energi Ramah Lingkungan
-
Ketua dan Wakil PN Depok Dipecat Sebelum Pemeriksaan Etik Komisi Yudisial