-
Pengeroyokan di Pasar Parung oleh diduga anggota Ormas LMP terjadi setelah tak terima ditegur karena tidak membayar parkir. Insiden ini memicu keresahan.
-
Aksi kekerasan terekam CCTV dan viral di media sosial, menyebabkan korban luka-luka. Polsek Parung bergerak cepat mengusut kasus ini.
-
Kasus ini menjadi sorotan serius terkait keamanan publik dan supremasi hukum. Polisi memastikan akan menindak tegas para pelaku kekerasan.
SuaraBogor.id - Dunia maya dan warga Kabupaten Bogor digegerkan oleh sebuah insiden pengeroyokan di kawasan Pasar Parung. Sejumlah orang yang diduga merupakan anggota salah satu organisasi masyarakat (Ormas) Laskar Merah Putih (LMP) mendatangi kantor pemasaran pasar dan melakukan aksi kekerasan setelah diduga tak terima ditegur karena tidak membayar parkir.
Peristiwa ini memicu keresahan dan menjadi sorotan serius terkait keamanan di area publik serta supremasi hukum.
Insiden ini terungkap melalui unggahan akun Instagram @infociseeng.id, yang bersumber dari informasi Polsek Parung.
Rekaman CCTV yang turut beredar di media sosial menunjukkan momen mengerikan ketika beberapa orang melakukan aksi pemukulan terhadap seorang petugas pasar di lokasi kejadian.
Dugaan awal mengarah pada hal sepele: teguran. Insiden tragis ini diduga bermula ketika seorang petugas parkir menegur para pelaku yang tidak membayar biaya parkir kendaraan mereka.
Alih-alih merespons dengan kepala dingin, teguran tersebut justru memicu emosi hingga berujung pada aksi pengeroyokan terhadap petugas pasar tersebut.
"Aksi pengeroyokan itu diduga terjadi setelah para pelaku merasa tersinggung atas teguran petugas parkir terkait kewajiban pembayaran parkir," demikian keterangan dalam unggahan @infociseeng.id, dilansir Selasa 28 Oktober 2025.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka-luka dan langsung mendapatkan penanganan medis untuk memulihkan kondisi fisiknya. Kekerasan di area publik seperti pasar tentu sangat disayangkan dan tidak bisa ditolerir.
Menyikapi laporan dan bukti-bukti yang beredar, pihak Polsek Parung dikabarkan telah turun tangan dan tengah melakukan penyelidikan intensif. Fokus utama polisi adalah mengidentifikasi para pelaku yang terlibat dalam peristiwa pengeroyokan tersebut.
Baca Juga: Gagal 'Swasembada' Ganja untuk Konsumsi Pribadi, Warga Cigudeg Ditangkap Bersama 7 Pohon Harapan
Rekaman CCTV dari lokasi kejadian menjadi barang bukti utama bagi pihak kepolisian. Polisi juga telah mengamankan rekaman tersebut untuk mengungkap kronologi secara detail, motif di balik kejadian, serta mengidentifikasi wajah-wajah para pelaku.
Aparat kepolisian memastikan akan menindak tegas para pelaku yang terbukti melakukan kekerasan di area publik.
"Hingga kini, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut oleh jajaran Polsek Parung guna memastikan kondisi keamanan dan ketertiban di sekitar Pasar Tohaga tetap kondusif," ujar pihak kepolisian, menegaskan komitmen mereka untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Berita Terkait
-
Gagal 'Swasembada' Ganja untuk Konsumsi Pribadi, Warga Cigudeg Ditangkap Bersama 7 Pohon Harapan
-
82.000 Jiwa Terselamatkan, Polres Bogor Sita Narkotika Bernilai Rp5,8 Miliar
-
Geger Penemuan Narkoba: 4,4 Kg Sabu dan Hampir 18 Kg Ganja Disita di Bogor
-
Bukan Hanya Banjir dan Longsor, Bogor Dihantam Bencana Ganda: Pipa PDAM Ikut Bocor, Air Meluap
-
5 Hal Penting Kenaikan Debit Air Bendung Katulampa Setelah Hujan Deras Puncak
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Atasi Sampah Kabupaten Bogor, PSEL Galuga Siap Dibangun di Atas Lahan Kopassus
-
Bukan Karena Kedekatan, DPRD Bogor Puji Keberanian Bupati Gelar Seleksi Terbuka Jabatan ASN
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Libas Kamboja 5-1, Erick Thohir Tegaskan Level Sebenarnya Timnas Ada di Laga Versus Vietnam