-
Ketua PCNU Bogor, Gus Dul, ajak kader perkuat konsolidasi organisasi sebagai langkah strategis hadapi dinamika dan demografi kompleks di wilayah itu.
-
Khidmah melalui NU dianggap ibadah dan pengabdian. Konsolidasi serta kaderisasi wajib diprioritaskan mengingat besar populasi nahdliyin di Bogor.
-
Kader NU didorong menjaga soliditas, koordinasi, dan memperkuat nilai dasar organisasi. Ini untuk memajukan NU sebagai ekosistem besar umat Islam.
SuaraBogor.id - Dinamika sosial yang bergerak cepat di kawasan penyangga ibu kota menuntut organisasi keagamaan untuk tidak lagi berjalan lambat. Merespons tantangan demografi yang semakin kompleks, Ketua PCNU Kabupaten Bogor, Abdul Somad atau yang akrab disapa Gus Dul, menabuh genderang semangat baru bagi warga nahdliyin.
Dalam agenda strategis di Institut Ummul Quro Al-Islami (IUQI), Leuwiliang, Sabtu (22/11), Gus Dul mengajak seluruh elemen organisasi untuk memperkuat barisan.
Bukan sekadar kumpul-kumpul seremonial, Kegiatan Konsolidasi Kader Penggerak NU ini ditekankan sebagai langkah taktis menghadapi lonjakan populasi dan perubahan zaman.
Kabupaten Bogor bukan sekadar wilayah administratif biasa; ini adalah lumbung suara dan basis kultural terbesar. Dengan populasi yang hampir menyentuh angka 6 juta jiwa, wilayah ini menjadi salah satu daerah dengan konsentrasi warga nahdliyin terpadat di Indonesia.
Bagi generasi milenial dan Gen Z yang melek data, angka-angka yang dipaparkan Gus Dul menunjukkan potensi raksasa yang belum sepenuhnya teroptimasi.
Kondisi ini menuntut manajemen organisasi yang modern, terukur, dan solid. Gus Dul menilai, tanpa konsolidasi yang rapi, potensi besar ini hanya akan menjadi raksasa tidur.
Gus berujar bahwa organisasi harus hadir secara nyata, memberikan manfaat atau rahmat yang bisa dirasakan langsung oleh umat, bukan hanya di menara gading struktural.
Di era digital di mana arus informasi begitu deras, kaderisasi menjadi benteng utama menjaga nilai. Gus Dul menegaskan bahwa proses kaderisasi di tubuh NU Kabupaten Bogor adalah perangkat kerja vital, bukan sekadar rutinitas organisasi.
“Setiap kader memikul mandat untuk melanjutkan perjuangan para muassis dan masyaikh NU. Komitmen inilah yang harus kita jaga bersama,” ujar Gus Dul dalam pesan yang diterima, Senin 24 November 2025.
Baca Juga: Apresiasi Pelanggan Terbaik, Tirta Kahuripan Kado 3 Tiket Umroh di Hari Pelanggan Nasional
Pernyataan ini menjadi pengingat bagi anak-anak muda NU bahwa berkhidmat di organisasi ini adalah bentuk ibadah. Transformasi demografi menantang pola pelayanan keagamaan dan sosial yang selama ini berjalan.
Kader muda dituntut untuk lebih adaptif, memahami peta sosiologis masyarakat urban dan rural di Bogor, serta mampu menenun kekuatan umat agar NU tampil sebagai organisasi yang berwibawa.
Langkah konkret yang didorong oleh PCNU Kabupaten Bogor meliputi penguatan soliditas internal dan koordinasi lintas sektoral. Gus Dul tidak ingin ada sekat-sekat yang menghambat pergerakan.
"Ekosistem besar Islam ahlussunnah wal jamaah annahdiyah harus bergerak dalam satu komando yang harmonis," ujarnya.
Sebagai penutup orasi yang membakar semangat, Gus Dul menggunakan metafora kuat yang relevan bagi semangat anak muda yang menginginkan perubahan dan kekuatan kolektif.
“Mari kita bangunkan singa-singa NU di seluruh penjuru Kabupaten Bogor untuk bersama menjaga dan memajukan organisasi tercinta ini,” tegasnya.
Berita Terkait
-
Apresiasi Pelanggan Terbaik, Tirta Kahuripan Kado 3 Tiket Umroh di Hari Pelanggan Nasional
-
Dari IPB ke Istana: Kiprah Farida Farichah, Wakil Menteri Koperasi Pilihan Prabowo Subianto
-
Mengupas Tuntas Etos Kerja dalam Kitab Ihya, Pengajian PCNU Bogor Jadi Sorotan
-
Haul KH Muhammad Istichori, PCNU Bogor Teladani Jejak Ulama dan Perkuat Jaringan Pesantren
-
Jaga Spirit Perjuangan, PCNU Bogor Gelar Ziarah dan Istighosah di Makam Para Pendiri NU
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Jumat Kelabu di Bogor Selatan, Longsor Bonggol Bambu Timbun 2 Balita
-
Damkar Ciomas Bawa Mobil Tempur Cuma Buat Isi Kolam Renang Bocah yang Nangis Kejer
-
Damkar Bogor Gandeng Media Jadi Jembatan Edukasi Tanggap Bencana dan Bahaya Kebakaran
-
3 Rekomendasi Botol Minum Sepeda Terbaik 2026, Harga Mulai Rp50 Ribuan
-
BRI Salurkan Bonus dan Literasi Keuangan untuk Atlet SEA Games 2025