-
Seorang Kabid BPKAD Bogor meninggal saat mendaki Bukit Paniisan setelah berulang kali mengeluh sakit dada dan beristirahat.
-
Peristiwa ini menjadi pengingat penting agar selalu mendengarkan sinyal tubuh dan tidak memaksakan diri saat berolahraga ekstrem yang berat.
-
Korban sempat bernapas setelah pingsan, tetapi kondisinya memburuk dengan cepat sebelum tim evakuasi berhasil menolongnya.
SuaraBogor.id - Tren gaya hidup sehat dengan melakukan trekking atau pendakian ringan di kawasan Sentul dan Babakan Madang, Bogor, memang sedang digandrungi warga Jabodetabek.
Mulai dari anak muda yang mencari konten healing hingga pejabat yang ingin menjaga kebugaran, semua tumpah ruah di jalur-jalur estetik ini setiap akhir pekan.
Namun, hobi yang menyehatkan ini berubah menjadi kabar duka bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.
Kepala Bidang Pemanfaatan dan Pengamanan pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor, Rusli Permana (49), dilaporkan meninggal dunia saat sedang menjajal jalur menuju puncak Bukit Paniisan, Minggu (30/11/2025).
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi kita semua untuk tidak mengabaikan sinyal tubuh saat berolahraga ekstrem. Berikut adalah 4 fakta kronologis terkait meninggalnya pejabat Pemkab Bogor tersebut:
1. Ambruk Saat Matahari Sedang Terik
Waktu berolahraga sangat mempengaruhi kondisi fisik seseorang. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Ade Hasrat, membeberkan bahwa insiden ini terjadi di waktu yang cukup rawan.
Insiden bermula sekitar pukul 11.40 WIB, waktu di mana matahari sedang terik-teriknya. Kondisi panas yang menyengat ditambah medan menanjak tentu memacu kerja jantung lebih keras.
Saat itu, Rusli bersama koleganya sedang melakukan aktivitas tracking menuju puncak, namun kondisi fisiknya mulai menurun drastis di tengah perjalanan.
Baca Juga: Kabid BPKAD Bogor Mengeluh Sakit Dada Berulang Sebelum Akhirnya Ambruk di Bukit Paniisan
2. Sinyal Bahaya: Nyeri Dada Berulang
Sebelum tidak sadarkan diri, tubuh korban sebenarnya sudah memberikan sinyal peringatan. Rusli dikabarkan tidak sanggup melanjutkan perjalanan dengan lancar dan harus berhenti berulang kali untuk mengatur napas.
"Menurut keterangan saksi korban sewaktu diperjalanan menuju puncak gunung pani'isan beberapa kali korban mengeluh sakit pada bagian dada dan ketika jalan korban selalu beristirahat," kata Ade Hasrat.
Gejala nyeri dada atau angina ini seringkali menjadi indikasi medis serius serangan jantung saat seseorang melakukan aktivitas fisik berat. Sayangnya, tak lama setelah mengeluh sakit yang terus menerus, Rusli akhirnya ambruk.
3. Sempat Bernapas Sebelum Nadi Hilang
Momen panik terjadi ketika rekan-rekan korban mencoba memberikan pertolongan pertama di jalur pendakian. Harapan sempat muncul karena sesaat setelah pingsan, korban masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Berita Terkait
-
Kabid BPKAD Bogor Mengeluh Sakit Dada Berulang Sebelum Akhirnya Ambruk di Bukit Paniisan
-
Pemkab Bogor Fokus Bangun Wilayah Cibinong Raya sebelum Bogor Barat dan Timur Mekar
-
Detik-Detik Kepala Bidang BPKAD Bogor Hembuskan Nafas Terakhir Saat Tracking Bukit Paniisan
-
Niat Cari Kerang Malah Nemu 'Granat Nanas': Aksi 3 Remaja Ciseeng Bikin Geger Satu Kampung
-
Penting Diingat Untuk Pejabat Daerah, Bima Arya Bicara Soal Layanan Publik
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Temani Istri Beli Makan, Pria di Bogor Malah Bacok Bobotoh hingga Tewas
-
Pesan Menohok Bupati Bogor ke Pengelola Dapur MBG: Presiden yang Disalahkan jika Ada Kesalahan
-
Kurangi Limbah Dapur, ibis Styles Bogor Pajajaran Pakai Cangkang Telur Dukung Tani & Pendidikan Anak
-
Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang
-
20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor