-
Transformasi Fungsi SPPG Sebanyak 105 SPPG di Aceh dialihfungsikan menjadi dapur umum untuk menyalurkan lebih dari 500 ribu paket makanan bagi warga terdampak banjir, menggantikan target layanan siswa sekolah.
-
Kendala Operasional Akibat Bencana Banjir menyebabkan 161 SPPG berhenti beroperasi dan puluhan lainnya tidak terdata akibat rusaknya jaringan listrik serta telekomunikasi, terutama di wilayah Aceh Tamiang dan Bener Meriah.
-
Distribusi Kondisi Wilayah Meski banyak unit terganggu, pemulihan mulai terlihat di beberapa daerah seperti Aceh Tenggara dan Banda Aceh, di mana sebagian SPPG telah kembali berfungsi normal melayani masyarakat.
SuaraBogor.id - Bencana banjir yang melanda Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) belum sepenuhnya surut. Dampak kerusakan infrastruktur masih sangat terasa hingga melumpuhkan aktivitas di beberapa kabupaten dan kota.
Namun, di tengah keterbatasan tersebut, semangat kemanusiaan justru menyala terang. Satuan-Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah naungan Badan Gizi Nasional (BGN) yang biasanya melayani siswa sekolah, kini bertransformasi menjadi garda terdepan penyelamat perut warga terdampak.
Laporan terbaru dari Banda Aceh pada Minggu, 7 Desember 2025, menunjukkan data yang signifikan. Dari total 470 SPPG yang beroperasi di wilayah Serambi Mekkah, ratusan di antaranya harus beradaptasi dengan situasi darurat.
Kepala Regional SPPG Badan Gizi Nasional (BGN) NAD, Mustafa Kamal, mengungkapkan tantangan berat yang dihadapi tim di lapangan, mulai dari akses yang terputus hingga mati listrik total.
“Sebanyak 161 SPPG terpaksa masih stop operasional karena berbagai kendala yang kami alami, dan 47 SPPG tidak terdata karena terkendala Listrik dan telekomunikasi,” ungkap Mustafa.
Fleksibilitas menjadi kunci penanganan krisis ini. Meski 161 unit terpaksa berhenti beroperasi, sebanyak 105 SPPG langsung beralih fungsi menjadi dapur umum.
Mereka tidak lagi hanya melayani siswa, tetapi mengalihkan target penerima manfaat kepada ribuan warga yang rumahnya terendam banjir dan kehilangan akses logistik.
Dampak dari alih fungsi ini sangat masif. Mustafa merinci volume bantuan yang berhasil didistribusikan di tengah situasi sulit tersebut.
“Untuk hari ini, 7 Desember 2025, total jumlah porsi pengalihan yang telah disalurkan sebanyak 563.676 paket makanan,” kata Mustafa.
Baca Juga: Dilarang Pecat Relawan! BGN Tegaskan Nasib Pekerja Dapur MBG Tetap Aman Meski Kuota Turun
Kondisi paling kritis dilaporkan terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang dan Bener Meriah. Di Aceh Tamiang, nasib 30 SPPG hingga kini masih "gelap" alias belum bisa didata.
Putusnya jaringan listrik dan telekomunikasi membuat komunikasi dengan tim di lapangan terhenti total. Sementara itu, di Kabupaten Bener Meriah, seluruh kekuatan SPPG yang berjumlah 11 unit dilaporkan lumpuh total dan berhenti beroperasi.
Berikut adalah update kondisi operasional layanan gizi di berbagai wilayah terdampak lainnya:
- Aceh Utara: Dari 42 unit, hanya 1 unit yang beroperasi normal. 32 unit stop operasi, dan 12 unit berubah menjadi dapur umum.
- Aceh Tengah: 12 unit stop operasi, 2 unit jadi dapur umum, dan 6 unit hilang kontak (listrik/komunikasi putus).
- Aceh Timur: 19 unit stop, 11 unit jadi dapur umum, 2 unit normal, dan 6 unit belum diketahui kondisinya.
- Aceh Besar: 20 unit beroperasi normal, 9 stop, dan 8 unit menjadi dapur umum.
- Aceh Tenggara: Wilayah ini relatif paling stabil dengan 24 unit beroperasi normal dan 8 unit menjadi dapur umum, tanpa ada yang berhenti operasi.
Kota Langsa & Banda Aceh: Di Langsa, 17 unit stop operasi. Sedangkan di Banda Aceh, 10 unit beralih melayani warga terdampak, 10 unit normal, dan 7 unit stop.
Perhatian pemerintah pusat pun tertuju pada penanganan di Aceh. Di Kabupaten Bireun, meskipun 17 SPPG harus berhenti beroperasi dan 21 unit beralih menjadi dapur umum, ada dua lokasi yang tetap beroperasi dan mendapat kunjungan langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
"Sedangkan 2 SPPG yang telah beroperasi kemudian dikunjungi Presiden Prabowo Subianto hari ini, masing-masing SPPG Bireun Kuala Lancok-Lancok - Yayasan Babul Hida Aceh, dan SPPG Bireun Kota Juang Geulanggang Baro 2 - Yayasan Hajjah Khuzaijah Affan Mutiara Anak Bangsa," jelas Kamal.
Berita Terkait
-
Dilarang Pecat Relawan! BGN Tegaskan Nasib Pekerja Dapur MBG Tetap Aman Meski Kuota Turun
-
Bukan Sopir Tetap! Ini Pengakuan Kepala SPPG Utara Soal Mobil Maut Penabrak 18 Siswa dan Guru SD
-
Jangan Cuma Cari Cuan! Mitra Makan Bergizi Gratis Disentil Wajib Bantu Sekolah Bocor hingga WC
-
Hanya 4 dari 55 Dapur Penuhi Izin! Program Makan Gratis di Bogor Terancam Soal Keamanan Pangan Anak
-
4 Fakta Utama Keracunan Massal Program MBG di Bogor: Dari Telur Ceplok hingga Mayonaise
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Lelah Arus Mudik? Ini 5 Destinasi Alam di Bogor untuk Self-Healing Bareng Keluarga
-
Waspada Macet Total! Senin Besok Diprediksi Puncak Arus Balik di Jalur Puncak-Cianjur
-
Mobil Hangus Terbakar di Perumahan Kota Bunga Cipanas, Api Diduga dari Gardu Listrik
-
Tragedi Mandi Bersama Keluarga, Muhamad Arya Saputra Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai Cileungsi
-
H+1 Lebaran, 9,4 Juta Orang Serbu Commuter Line: Stasiun Bogor Jadi Titik Terpadat