-
Kepala Desa Bangun Jaya, Haji Abdul Halim, memberikan konfirmasi resmi bahwa enam orang warganya tewas akibat menghirup asap beracun saat melakukan aktivitas penambangan di lubang tambang PT Antam Pongkor.
-
Terjadi perbedaan informasi yang sangat tajam antara otoritas desa dengan pihak kepolisian, di mana Kapolsek Nanggung membantah adanya korban jiwa dan menyebut video evakuasi yang beredar luas adalah disinformasi.
-
Tragedi ini diduga menelan korban lebih banyak dari berbagai daerah, termasuk warga asal Cipanas, Banten, yang mengindikasikan bahwa risiko tinggi penambangan ilegal seringkali melibatkan kelompok warga dari luar wilayah.
Narasi liar berkembang menyebutkan bahwa asap beracun dari operasional resmi merembes ke lubang-lubang tikus milik penambang emas tanpa izin (gurandil), menewaskan warga dari berbagai daerah.
Namun, di tengah gelombang kepanikan warga Bogor, pihak kepolisian setempat mengeluarkan bantahan tegas. Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah ini tragedi yang ditutup-tutupi atau murni disinformasi?
Kapolsek Nanggung, AKP Ucup Supriatna, angkat bicara untuk meluruskan kesimpangsiuran ini. Ia membedah satu per satu video yang beredar.
Menurutnya, dari sekian banyak video, hanya satu yang otentik, yakni video yang memperlihatkan kepulan asap pekat di dalam terowongan. Namun, konteksnya bukan bencana.
"Video yang beredar itu, itu sebenarnya memang di Antam tapi bukan kejadian kemarin memang sop nya dia kalau ada asap seperti itu," jelas AKP Ucup, Kamis (15/1/2026).
Asap tersebut diklaim sebagai bagian dari prosedur teknis, bukan ledakan tak terkendali.
Terkait video evakuasi korban yang digotong warga hingga korban tak sadarkan diri, Kapolsek menepis keras bahwa lokasi kejadian tersebut berada di area Antam maupun di galian ilegal (gurandil) sekitarnya.
"Bukan, bukan evaluasi itu mah bukan lah itu viral gak bener, yang bener mah itu press rilis pak Kapolres tadi malam. Jadi yang ramai itu bukan seperti itu, biasa," jelas dia.
Polisi juga membantah adanya korban yang dilarikan ke fasilitas kesehatan akibat sesak napas karena asap tersebut. Pengecekan ke rumah sakit dan klinik terdekat menurut versi kepolisian menunjukkan hasil nihil.
Baca Juga: Jaga Wilayah Ring 1 Tetap Kondusif, Bupati Rudy Susmanto Temui Danpaspampres
"Ga ada, tidak ada korban di wilayah level Antam," tegas AKP Ucup menutup spekulasi.
Berita Terkait
-
Jaga Wilayah Ring 1 Tetap Kondusif, Bupati Rudy Susmanto Temui Danpaspampres
-
Sudah Main Pukul, Ogah Bayar Pula! Viral Kerusuhan di KTV Princess Parung, Waitress Jadi Korban
-
Modus Talangan Dana Desa Berujung Bui, Kades Mekargalih Cianjur Resmi Ditahan Polisi
-
Bansos Rp3 Juta Cair Minggu Depan untuk 15 Ribu Warga Terdampak Tambang Bogor, Cek 4 Faktanya
-
Keringat Dingin Hingga Pasien Misterius: Ini 10 Fakta Mengejutkan di Balik Tragedi Asap Pongkor
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Skandal Korupsi Makan Bergizi Gratis, 7 Fakta Dadan Hindayana Jadi Tersangka
-
Tetangga: Pak Dadan Hindayana Sudah Lama Kosongkan Rumah
-
Mau ke Palabuhanratu Lebih Cepat? Ini Rute Jalur Poros Baru yang Diwacanakan Pemkab Bogor
-
Mau ke Palabuhanratu Lebih Cepat? Ini Rute Jalur Poros Baru yang Diwacanakan Pemkab Bogor
-
Bogor Barat Akan Punya Jalur Poros Hubungkan Lebak dan Sukabumi di 2026