Andi Ahmad S
Kamis, 22 Januari 2026 | 11:22 WIB
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudi Setiawan Saat Berbincang Dengan Keluarga Korban di Posko Polsek Nanggung, Kamis 22 Januari 2026 [Andi Ahmad S/Suara.com]
Baca 10 detik
  • Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan, secara resmi mengonfirmasi bahwa total korban tewas dalam tragedi di tambang emas Gunung Pongkor berjumlah 11 orang. Angka ini memvalidasi data lapangan yang sebelumnya sempat simpang siur.

  • Para korban merupakan penambang yang berasal dari tiga kecamatan berbeda di Bogor Barat, yaitu Cigudeg (6 orang), Sukajaya (3 orang), dan Nanggung (2 orang). Mereka diduga tewas akibat terpapar gas beracun di dalam lubang tambang.

  • Pihak kepolisian telah menyerahkan seluruh jenazah kepada keluarga untuk dimakamkan tanpa proses autopsi menyeluruh atas permintaan keluarga. Selain memastikan data evakuasi, Kapolda juga memberikan santunan sebagai bentuk empati terhadap keluarga yang ditinggalkan.

SuaraBogor.id - Ketidakpastian yang sempat menyelimuti nasib para penambang di kawasan emas Gunung Pongkor, Nanggung, Kabupaten Bogor, akhirnya terjawab dengan data valid yang memilukan.

Simpang siur informasi mengenai jumlah korban jiwa dalam tragedi kemanusiaan ini kini telah dikonfirmasi langsung oleh pucuk pimpinan kepolisian di Jawa Barat.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan, turun langsung ke lokasi kejadian untuk memvalidasi data lapangan yang sebelumnya dikumpulkan dari berbagai desa di sekitar lingkar tambang.

Dalam kunjungannya ke Polsek Nanggung pada Kamis (22/1/2026), Kapolda memastikan bahwa total korban tewas akibat insiden asap di lubang tambang tersebut mencapai 11 orang.

"Alhamdulillah untuk nanggung sudah 3 orang yang kami selamatkan, dan beberapa desa lagi sudah kita selamatkan itu kurang lebih berjumlah 11 orang dari semuanya," ujar Irjen Rudi.

Pernyataan ini sekaligus mengonfirmasi bahwa tidak ada korban selamat dalam data terbaru tersebut.

"Yaitu dan sudah diserahkan kembali kepada keluarganya untuk dilakukan pemakaman. Ya itu meninggal dunia," tegasnya memastikan nasib kesebelas warga tersebut.

Tidak Ada Autopsi, Langsung Dimakamkan

Suasana duka yang mendalam membuat pihak keluarga memilih untuk menyegerakan proses pemulasaraan jenazah. Irjen Rudi menjelaskan bahwa langkah autopsi menyeluruh ditiadakan atas permintaan keluarga korban sendiri.

Baca Juga: Kapolda Jabar Sebut 11 Gurandil Tewas di Lubang Maut Pongkor, Ini Daftar Nama Korban

"Kita sementara ini keluarga langsung dikebumikan, nanti apabila ada proses lain ditemukan lain akan kita lakukan," jelasnya.

Peta Duka: Korban Tersebar di 3 Kecamatan

Berdasarkan data yang dihimpun, tragedi ini memukul rata tiga wilayah kecamatan di Bogor Barat. Para korban yang diduga merupakan penambang emas tanpa izin (gurandil) ini tewas akibat paparan gas beracun yang merembes ke "jalur tikus" mereka. Berikut adalah rincian identitas korban berdasarkan wilayah asalnya:

1. Kecamatan Cigudeg: Duka Desa Bangun Jaya

Wilayah ini menjadi penyumbang korban terbanyak dengan total 6 orang. Kepala Desa Bangun Jaya, Haji Abdul Halim, membenarkan warganya dari Kampung Cimapag Hilir menjadi korban.

"Ya betul warga bangunjaya kp cimapag hilir ada 6 orang," ungkap Haji Abdul Halim.

Load More