Materi mengenai Makna Denotasi dan Konotasi pada Bab 4 ini sangat penting karena membantu siswa memahami kedalaman sebuah karya fiksi.
Penulis sering kali menggunakan kata-kata yang tidak bermakna harfiah (konotasi) untuk membangun emosi dan suasana yang lebih hidup dalam cerita.
-
Jangan hanya melihat satu kata, tetapi lihat kalimatnya. Jika kata tersebut diganti dengan makna aslinya terdengar aneh, berarti itu adalah konotasi.
-
SuaraBogor.id - Memasuki Bab 4 dalam buku paket Bahasa Indonesia Kelas 8 SMP Kurikulum Merdeka yang bertajuk "Mengulas Karya Fiksi", siswa tidak hanya diajak menikmati alur cerita, tetapi juga membedah gaya bahasa penulis.
Salah satu unsur kebahasaan yang paling sering muncul dan menjadi materi krusial adalah perbedaan antara Makna Denotasi dan Makna Konotasi.
Tepatnya pada halaman 121, terdapat tugas Kegiatan 3. Mengidentifikasi Kata Bermakna Konotasi dan Denotasi.
Siswa diminta untuk menemukan kata-kata dalam karya fiksi (biasanya merujuk pada cerpen "Parki dan Alergi Telur" atau teks fiksi lain di bab tersebut) yang memiliki makna ganda atau kiasan.
Kunci Jawaban dan Pembahasan Halaman 121
Berikut adalah referensi jawaban untuk tabel identifikasi kata bermakna konotasi dan denotasi. Siswa diminta mencari kata dalam teks dan menjelaskan maknanya.
1. Kata: "Lampu" (Contoh Konteks)
Makna Denotasi: Alat untuk menerangi (seperti bohlam atau pelita).
Makna Konotasi: Ide, pencerahan, atau jalan keluar dari masalah.
Baca Juga: Kunci Jawaban IPS Kelas 8 Halaman 161, Bedah Tuntas Perbedaan Ekonomi Kelautan dan Maritim
Kalimat dalam teks (Asumsi): "Ia seperti melihat lampu di tengah kegelapan pikirannya."
2. Kata: "Hati"
Makna Denotasi: Organ tubuh manusia yang berfungsi menawar racun (liver).
Makna Konotasi: Perasaan, batin, atau pusat emosi manusia.
Kalimat dalam teks: "Hatinya hancur mendengar berita itu." (Konotasi: Sedih sekali).
3. Kata: "Manis"
Berita Terkait
-
Kunci Jawaban IPS Kelas 8 Halaman 161, Bedah Tuntas Perbedaan Ekonomi Kelautan dan Maritim
-
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 104: Analisis Teks Eksplanasi 'Tukang Ojek Payung'
-
80 Tahun Kemerdekaan: Refleksi dan Proyeksi untuk Indonesia yang Lebih Sejahtera
-
Takut Jadi Saksi? Polisi Jamin Keamanan Pelapor Pungli
-
Ini Tampang Preman Pungli Pasar Bogor Yang Ditangkap, Ancam Pedagang dengan Golok
Terpopuler
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
- Krim Malam yang Bagus Apa? Ini 4 Rekomendasi Sesuai Klaim dan Harga
- Segel Ruang Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Hilang, Jaksa KPK Cium Ada Pihak Terlibat
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Dipicu Angin Kencang, Titik Api Baru Kembali Membakar TPA Galuga Bogor
-
Personel Masih Minim, BPBD Kota Bogor Kewalahan Hadapi Bencana Serentak
-
Usai Digeledah Polda Metro Jaya Terkait Mafia Tanah, Pelayanan BPN Cibinong Kembali Normal
-
BRImo Taiwan Raih Penghargaan, BRI Perkuat Layanan Finansial bagi Masyarakat Indonesia di Taiwan
-
Perjuangan Ratusan Petugas Taklukkan Bara Sampah di TPAS Galuga