- Suderajat, pedagang asal Bogor, dianiaya oknum aparat di Kemayoran Jakarta Pusat pada Sabtu pekan lalu.
- Penganiayaan bermula dari tuduhan bahwa es kue dagangan Suderajat adalah barang palsu karena tekstur yang berbeda.
- Akibat penganiayaan, Suderajat mengalami trauma fisik dan terhenti totalnya penghasilan harian untuk menafkahi keluarga.
SuaraBogor.id - Kisah memilukan kembali terjadi dialami oleh warga Bogor. Seorang pedagang kecil yang berjuang mengais rezeki di ibu kota justru menjadi korban kebrutalan oknum yang seharusnya mengayomi.
Suderajat, warga Gang Talang No 39, Desa Rawapanjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, kini harus menanggung trauma fisik dan mental usai dianiaya oleh sekelompok orang yang diduga oknum aparat di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.
Peristiwa yang terjadi pada Sabtu pekan lalu ini mendadak viral. Suderajat, yang sudah 30 tahun berjualan es kue, dituduh menjual barang dagangan palsu hanya karena tekstur esnya yang dianggap berbeda.
Insiden bermula ketika Suderajat menjajakan dagangannya seperti biasa. Ia mengambil stok es dari Depok pada pukul 04.00 WIB dan menaiki kereta menuju Manggarai untuk berjualan.
Sesampainya di Kemayoran, nasib naas menimpanya saat melayani pembeli yang ternyata oknum aparat.
"Awalnya beli, beli es kue, saya belum tahu dia Polisi terus saya dagang sama Polisi itu dibejek-bejek, terus dipanggil, ini bukan es nih, ini es palsu," ungkap Suderajat kepada wartawan, dilansir dari instgaram @rekambogor, Selasa 27 Januari 2026.
Ketidaktahuan pembeli mengenai tekstur es kue tradisional yang memang menggunakan tepung hunkwe sehingga tidak mudah cair seperti es batu biasa berujung pada tuduhan membabi buta. Tanpa mendengarkan penjelasan, kekerasan fisik pun terjadi.
Apa yang dialami Suderajat sungguh di luar batas kemanusiaan. Di hadapan sekitar 10 orang yang ada di lokasi, tubuh rentanya menjadi sasaran amuk.
"Ditonjok, dibanting, kaki digantung, itu polisi dan abri kejadiannya di Kemayoran," tuturnya.
Baca Juga: 3 Spot Wisata Alam 'Aesthetic' di Bogor Barat yang Cocok Buat Healing Tipis-Tipis
Ia menambahkan detail mengerikan bagaimana ia diperlakukan, "orang yang bilang bukan es kueh ini dibejek-bejek sama polisi kayak kapas bedak, dibagian dada dan wajah dipukul."
Meski diperlakukan tidak adil, Suderajat memilih pasrah. Ketakutan akan senjata dan jumlah massa membuatnya tak berkutik.
"Kalau saya melawan mati konyol. pasukannya banyak polisi saya takut ditembak," ujarnya lirih.
Dampak dari kejadian ini sangat fatal bagi ekonomi keluarga Suderajat. Penghasilan hariannya yang tak seberapa, kini terhenti total.
"Belum tentu, suka 30ribu, 50 ribu. buat makan habis, cuacannya hujan melulu ekonomi begini klekklok," jelasnya.
Kini, sudah empat hari ia tidak berjualan. Trauma membayanginya.
Berita Terkait
-
3 Spot Wisata Alam 'Aesthetic' di Bogor Barat yang Cocok Buat Healing Tipis-Tipis
-
Fatayat NU Siap Jadi Motor Ekonomi Perempuan di Pelosok Bogor
-
Wajah Baru Transportasi Bogor: Angkot Tua Bakal Dihapus, Skema Ganti Kendaraan Diperketat
-
Lautan Manusia di Pakansari: UAS dan Bupati Rudy Susmanto Ketuk Pintu Langit untuk Bogor
-
3 Spot Wisata Hits di Bogor Timur Buat Healing Tipis-Tipis Akhir Pekan
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Lima Tahun Holding Ultra Mikro, UMKM Makin Naik Kelas
-
Tati Purwanti Buktikan Mantan PMI Bisa Sukses, Bubur Cirebon Kini Hadir di Taipei
-
Kecelakaan Tunggal Cileungsi-Jonggol, Penumpang Bak Pikap Tewas Usai Tabrak Tiang Listrik
-
Sentul City Serahkan 423 Sertifikat Tanah PSU ke Pemkab Bogor
-
Dipicu Angin Kencang, Titik Api Baru Kembali Membakar TPA Galuga Bogor