Andi Ahmad S
Selasa, 27 Januari 2026 | 19:48 WIB
Suderajat, warga Gang Talang No 39, Desa Rawapanjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor [Instagram @rekambogor]
Baca 10 detik
  • Suderajat, pedagang asal Bogor, dianiaya oknum aparat di Kemayoran Jakarta Pusat pada Sabtu pekan lalu.
  • Penganiayaan bermula dari tuduhan bahwa es kue dagangan Suderajat adalah barang palsu karena tekstur yang berbeda.
  • Akibat penganiayaan, Suderajat mengalami trauma fisik dan terhenti totalnya penghasilan harian untuk menafkahi keluarga.

"Masih mau jualan, tapi takut ditonjok lagi sama orang itu, takut was was," akunya.

Ia bahkan berencana pindah lokasi jualan karena rasa khawatir yang mendalam.

Kondisi ini diperparah dengan keadaan rumahnya di Bojonggede yang baru saja ambruk akibat cuaca buruk.

"Ia, dibenerin pak RW dan pak lurah. mulai dibenerin kemarin hari senin, karena ambruk air hujan dan ada kucing kawin kejeblos," ceritanya.

Hingga saat ini, Suderajat belum memeriksakan luka-luka di tubuhnya ke rumah sakit. Alasannya klasik namun menohok ketiadaan biaya. "Belum duitnya gak ada," singkatnya.

Untuk makan sehari-hari pasca-musibah, ia terpaksa ngutang di warung. Padahal, ia masih memiliki tanggungan anak sekolah.

"Yang sekolah 3 orang, yang satu tidak sekolah. yang sekolah yang kecil yang laki dan yang cewek, yang kecil 2 SD, yang besar SMA duitnya saya gak ada berhenti sekolahnya," paparnya.

Load More