- Wakil Ketua DPRD Jabar, Iwan Suryawan, meminta Pemprov segera perluas skema bansos untuk kelompok rentan non-DTKS.
- Iwan menyoroti lonjakan signifikan anak jalanan di kota-kota besar seperti Bandung dan Bekasi pada awal 2026.
- Diusulkan skema Bonus Ramadan bagi desil terendah harus cair sebelum Hari Raya Idulfitri agar tepat waktu.
SuaraBogor.id - Euforia menyambut bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 H di tahun 2026 ini tidak boleh menyisakan cerita pilu di Tanah Pasundan.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Iwan Suryawan, memberikan lampu kuning kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk segera membenahi dan memperluas skema bantuan sosial (bansos).
Politisi senior PKS ini menekankan urgensi negara untuk hadir bagi mereka yang tak terlihat.
Fokus utamanya bukan hanya pada penerima bantuan reguler, melainkan kelompok rentan yang kerap luput dari radar administrasi atau non-data, seperti anak jalanan dan warga miskin ekstrem yang tidak masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
"Jangan sampai ada warga yang luput dari kebahagiaan Ramadan dan Idulfitri hanya karena masalah administratif atau tidak terdata. Pemerintah harus memiliki mata dan tangan yang jelas hingga ke tingkat RT/RW untuk mendata seluruh warga," tegas Iwan, Rabu (28/1/2026).
Iwan mengingatkan pemerintah agar tidak lagi membiarkan tragedi kemanusiaan viral di media sosial baru kemudian bertindak.
Ia merefleksikan kasus memilukan di tahun-tahun sebelumnya, seperti kisah Nenek Sutijas di pelosok Ciamis yang terpaksa berbuka puasa hanya dengan air putih. Kisah semacam ini adalah tamparan keras bagi birokrasi.
"Kita tidak ingin lagi mendengar kisah haru warga yang menangis karena tidak bisa makan saat puasa atau tidak bisa berlebaran. Itu adalah tamparan keras bagi kita semua. Jika ada satu orang saja yang kelaparan di wilayah kita, itu berarti fungsi pengawasan dan distribusi kita gagal," lanjutnya dengan nada prihatin.
Sorotan tajam juga diarahkan pada fenomena Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di kota-kota metropolitan. Berdasarkan data terbaru awal tahun 2026, lonjakan jumlah anak jalanan kian mengkhawatirkan.
Baca Juga: Siapa Bos di Balik 11 Nyawa Gurandil? Kapolda Jabar Beri Sinyal Seret Pemodal ke Meja Hijau
- Kota Bandung: Mencatat lonjakan tajam hingga 2.003 orang PPKS (naik signifikan dari 847 di tahun sebelumnya).
- Kota Bekasi: Diperkirakan terdapat 600-800 anak jalanan di jalur utama.
- Kota Sukabumi: Tren data menunjukkan sekitar 97 anak jalanan dalam pantauan rutin.
Melihat data ini, Iwan meminta Dinas Sosial melakukan jemput bola. Pendekatan yang dilakukan harus humanis, yakni memberikan akses makanan bergizi, bukan sekadar razia penertiban.
"Anak-anak jalanan juga bagian dari warga kita. Mereka punya hak untuk merasakan nikmatnya sahur dan buka puasa yang layak. Pemerintah jangan hanya diam di kantor, turun ke kolong jembatan, turun ke pasar-pasar, pastikan mereka tertangani," pintanya.
Untuk mengatasi masalah ini, Iwan mengusulkan skema Bonus Ramadan bagi keluarga dengan desil ekonomi terendah. Bantuan ini harus cair tepat waktu.
"Jika ada bantuan dari Pemerintah, pastikan sebelum Lebaran sudah sampai ke tangan warga. Jangan sampai uangnya baru cair setelah lebaran usai, itu sudah terlambat," tambah Iwan.
Selain itu, kolaborasi dengan lembaga filantropi seperti BAZNAS Jawa Barat dinilai vital untuk menambal celah data DTKS.
Program Paket Ramadhan Berkah dan Lebaran Yatim dari BAZNAS diharapkan bisa menyisir warga yang tidak memiliki KTP atau domisili tetap.
Tag
Berita Terkait
-
Siapa Bos di Balik 11 Nyawa Gurandil? Kapolda Jabar Beri Sinyal Seret Pemodal ke Meja Hijau
-
Bukan Sekadar Asap, Kapolda Jabar Selidiki Temuan Kayu Terbakar di Area Tambang Antam
-
11 Nyawa Melayang di Lorong 'Tikus' Pongkor Bogor, Kapolda Jabar Duga Masih Banyak Korban Terjebak
-
11 Gurandil Tewas di Lubang Maut Pongkor: Berasal dari Sukajaya, Cigudeg dan Nanggung
-
Kapolda Jabar Sebut 11 Gurandil Tewas di Lubang Maut Pongkor, Ini Daftar Nama Korban
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Bupati Bogor Sulap Horison Sayaga Jadi Destinasi Rekreasi
-
BRI Raih Empat Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Temani Istri Beli Makan, Pria di Bogor Malah Bacok Bobotoh hingga Tewas
-
Pesan Menohok Bupati Bogor ke Pengelola Dapur MBG: Presiden yang Disalahkan jika Ada Kesalahan
-
Kurangi Limbah Dapur, ibis Styles Bogor Pajajaran Pakai Cangkang Telur Dukung Tani & Pendidikan Anak