- Sepasang suami istri, WNI dan WNA Pakistan, dibunuh keji di Cisarua Bogor pada Minggu malam (1/3).
- Pelaku pembunuhan adalah karyawan korban sendiri, berhasil ditangkap polisi kurang dari dua belas jam setelah laporan.
- Motif pembunuhan adalah sakit hati karena sering dituduh mencuri dan dimarahi, jasad dibuang ke Padalarang.
SuaraBogor.id - Kabupaten Bogor diguncang kasus pembunuhan yang mengerikan dan menyayat hati. Sepasang suami istri (pasutri) di Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, ditemukan meninggal dunia setelah dibunuh secara keji.
Yang lebih mengejutkan, pelaku pembunuhan adalah karyawan korban sendiri, yang berhasil ditangkap kurang dari 12 jam setelah polisi menerima laporan.
Kepala Polres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto mengungkapkan kronologi lengkap pembunuhan pasutri ini.
Berikut adalah 5 poin penting yang wajib kamu tahu tentang kasus pembunuhan sadis di Cisarua Bogor ini:
1. Korban Pasutri Warga Cisarua Bogor: Satu WNI, Satu WNA Pakistan
Dua korban pembunuhan berinisial MA (56), yang telah berstatus Warga Negara Indonesia (WNI), dan istrinya FA (47), seorang warga negara asing (WNA) asal Pakistan, ditemukan meninggal dunia.
Keduanya dibunuh di rumahnya sendiri pada Minggu (1/3) malam. Jasad mereka ditemukan tak bernyawa di dalam sebuah minibus yang terparkir di Jalan Raya Padalarang-Cianjur.
2. Pelaku Karyawan Korban, Ditangkap Kurang dari 12 Jam Setelah Laporan
Pelaku pembunuhan adalah seorang pria berusia 22 tahun, warga Desa Batulayang, Kecamatan Cisarua, yang bekerja sebagai karyawan di toko milik korban di Pasar Cisarua.
Baca Juga: Cari Kerja di Bogor Sulit, Ini Jawaban Bupati Rudy Susmanto
"Polres Bogor berhasil mengungkap kasus ini dengan cepat. Sekitar pukul 20.00 WIB, kami menerima laporan adanya keganjilan. Setelah dilakukan olah TKP, ditemukan bercak darah dan tanda-tanda perkelahian. Dari hasil penyelidikan cepat, pelaku berhasil kami amankan sekitar pukul 04.30 pagi," ujar Wikha.
3. Motif Pembunuhan: Sakit Hati Sering Dituduh Mencuri & Dimarahi Korban
Kapolres Wikha Ardilestanto menegaskan bahwa motif pembunuhan dilatarbelakangi rasa sakit hati. Pelaku mengaku sering dituduh mencuri dan dimarahi korban.
Rasa sakit hati yang memuncak ini diduga mendorong pelaku untuk melakukan tindak kejahatan sadis.
4. Modus Operandi Keji: Golok & Senapan Angin, Jasad Dibuang ke Padalarang
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku masuk ke rumah korban sejak pukul 16.00 WIB dan menunggu hingga kedua korban pulang sekitar pukul 19.00 WIB. Pelaku datang dengan membawa sebilah golok dan senapan angin.
Berita Terkait
-
Cari Kerja di Bogor Sulit, Ini Jawaban Bupati Rudy Susmanto
-
Nasib Lahan Terdampak Lindi, Pemkab Bogor Janjikan Ganti Rugi di TPAS Galuga
-
Harmoni di Jalan Suryakencana, Parade Cap Go Meh Bogor 2026 Digelar Usai Tarawih
-
Pasutri Asal Cisarua Ditemukan Tak Bernyawa di Halaman Bangunan Kosong
-
Kronologi Mobil HRV Terbakar Usai Tabrak Truk di Tol Jagorawi KM 11
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT
-
KPK Dikabarkan OTT di BPN Kabupaten Bogor, Sejumlah Pihak Diamankan?
-
Kisah Dewi Natalia, Mantri BRI yang Dampingi 380 Debitur hingga Lepas dari Rentenir
-
Tangani Kebakaran TPAS Galuga 24 Jam, Bupati Bogor Kerahkan Tim Patroli Jalan Kaki hingga Alat Berat
-
Berjibaku 24 Jam di TPAS Galuga, Sinergi Bogor Raya Tekan Kobaran Api Hingga Sisa Titik Akhir