Keras! Politisi Demokrat Sebut Tangan Jokowi Gantikan Hakim Bubarkan FPI

Cara pemerintah membubarkan FPI membahayakan warga negara.

Pebriansyah Ariefana
Kamis, 31 Desember 2020 | 15:08 WIB
Keras! Politisi Demokrat Sebut Tangan Jokowi Gantikan Hakim Bubarkan FPI
Presiden Joko Widodo [Biro Pers Istana]

SuaraBogor.id - Politisi Demokrat Rachland Nashidik menyebut tangan Jokowi menggantikan hakim untuk membubarkan FPI. Setelah ini, ada potensi Jokowi pun membubarkan ormas lain yang tak sejalan dengan pemerintah.

Rachland Nashidik pun mengatakan cara pemerintah membubarkan FPI membahayakan warga negara.

"Cara pemerintah menggebuk FPI membahayakan hak konstitusional semua warga negara. Pemerintahan Jokowi mengambil ke tangannya sendiri kewenangan hakim untuk mengadili dan memutuskan. Setelah FPI, organisasi apapun kini bisa dibubarkan dan dilarang bila tak sesuai selera penguasa," kata Rachland Nashidik dalam akun Twitternya, Kamis (31/12/2020).

Kader tetap jalan

Baca Juga:Dianggap Organisasi Terlarang & Dibubarkan, Ini Reaksi FPI di Daerah

Habib Rizieq menegaskan perjuangan kader FPI tetap berjalan. Meski FPI dibubarkan.

Habib Rizieq tak masalah FPI dibubarkan. Sebab FPI hanya sebagai alat 'perjuangan' kelompoknya.

FPI dibubarkan pemerintah Jokowi, Rabu (30/12/2020). Semua yang berbau FPI dilarang pemerintah, mulai dari atribut sampai kegiatan. Namun Habib Rizieq menanggapinya dengan santai.

Hal itu dikatakan Ketua Umum Persaudaraan Alumni atau PA 212, Slamet Maarif.

“Pesan yang sudah lama HRS (Habib Rizieq Shihab) sampaikan, FPI bukan tujuan, melainkan hanya kendaraan dari sebuah perjuangan,” ujar Slamet Maarif menyampaikan pesan yang diutarakan Habib Rizieq, Rabu (30/12/2020).

Baca Juga:Refly Harun Bongkar Sosok Dibalik Pembubaran FPI

“Ada FPI atau tidak ada FPI, perjuangan para kader FPI yang ada di mana saja tetap berjalan. Artinya, saya dan kawan-kawan yang ada di FPI tidak pernah menjadikan FPI sebagai tujuan perjuangan,” sambungnya.

REKOMENDASI

News

Terkini