Penyebab dan Cara Mengatasi Diare Akut, Diare Persisten dan Diare Kronis

Masalah diare terbagi dalam tiga jenis yaitu diare akut, diare persisten, dan diare kronis.

Risna Halidi
Rabu, 06 Januari 2021 | 17:06 WIB
Penyebab dan Cara Mengatasi Diare Akut, Diare Persisten dan Diare Kronis
Ilustrasi diare (Pixabay/derneuemann)

SuaraBogor.id - Diare menjadi masalah pencernaan yang sangat umum terjadi namun juga sangat mengganggu. Diare dapat terjadi karena berbagai faktor mulai dan bisa hilang dengan sendirinya atau karena meminum obat.

Dalam bebebapa kasus diare juga dapat menyebabkan komplikasi serius seperti dehidrasi, ketidak seimbangan elektrolit hingga gagal ginjal.

Dikutip dari Cleveland Clinic dan Mayo Clinic, masalah diare terbagi dalam tiga jenis yaitu diare akut, diare persisten, dan diare kronis.

Diare akut sangat umun terjadi. Diare ini biasanya berlangsung selama satu sampai dua hari. Diare akut tidak memerlukan pengobatan dan biasanya hilang setelah beberapa hari terjadi.

Baca Juga:Bukan Cuma Obat Diare, Berikut 5 Manfaat Teh Daun Jambu Biji

Diare persisten biasanya berlangsung selama beberapa minggu seperti dua hingga empat minggu. Sedangkan diare kronis terjadi lebih dari empat minggu atau datang dan pergi secara teratur dalam jangka waktu lama.

Selain rasa mulas pada perut, biasanya diare diikuti gejala-gejala lain seperti:

  • Urin berwarna gelap dan sedikit urin atau hilangnya produksi urin.
  • Denyut jantung cepat.
  • Sakit kepala.
  • Kulit memerah dan kering.
  • Iritabilitas dan kebingungan.
  • Kepala terasa ringan dan pusing.
  • Mual dan muntah yang parah, ketidakmampuan untuk mentolerir atau meminum apapun melalui mulut.

Penyebab utama terjadinya diare sebagian besar karena virus yang menginfeksi usus. Virus akan membuat perut terasa sakit hingga muncul rasa ingin buang air besar. Di sisi lain, terdapat beberapa faktor lain yang menyebabkan terjadinya diare, antara lain:

  • Infeksi oleh bakteri.
  • Infeksi oleh organisme lain dan racun yang telah terbentuk sebelumnya.
  • Makan makanan yang mengganggu sistem pencernaan.
  • Alergi dan intoleransi terhadap makanan tertentu (penyakit Celiac atau intoleransi laktosa).
  • Pengaruh obat-obatan.
  • Terapi radiasi.
  • Malabsorpsi makanan (penyerapan buruk).

Untuk mengatasi masalah diare, dapat dilakukan dengan meminum obat yang diberikan oleh dokter. Hal itu akan sangat berguna untuk mengurangi rasa mulas yang sering muncul.

Selain dari obat-obatan untuk dikonsumsi, dapat juga melakukan perawatan yang dilakukan di rumah seperti meminum banyak air putih, serta hindari minuman kafeina dan alkohol.

Baca Juga:Orangtua Harus Tahu, Gangguan Pencernaan Bisa Hambat Kemampuan Otak Anak

Hindari makanan yang tidak bersahabat dengan perut saat diare seperti, makanan lemak dan berserat tinggi. Hal itu dapat membantu agar diare tidak bertambah buruk. (Penulis: Fajar Ramadhan)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini