alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Istri Eks Ketua HMI Mulyadi Tamsir Lagi Hamil Muda saat Sriwijaya Air Jatuh

Pebriansyah Ariefana | Bagaskara Isdiansyah Selasa, 12 Januari 2021 | 14:23 WIB

Istri Eks Ketua HMI Mulyadi Tamsir Lagi Hamil Muda saat Sriwijaya Air Jatuh
Mulyadi Tamsir dan Makrufatul Yeti Srianingsih melangsungkan pernikahan di Kota Pontianak, 20 November 2020 lalu di Meranti Ballroom Hotel Mercure / [ Foto Istimewa ]

Terungkap fakta keduanya baru saja menikah dan istri dalam keadaan hamil dengan usia kandungan 3 minggu.

SuaraBogor.id - Istri Mantan ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Mulyadi Tamsir lagi hamil muda saat ikut dalam penerbangan Sriwijaya Air SJ182. Mulyadi Tamsir dan istrinya ikut dalam penerbangan Sriwijaya Air yang berakhir tragis itu. 

Sang istri dalam keadaan hamil dengan usia kandungan 3 minggu. Hal itu diungkapkan oleh kakak kandung Mulyadi, bernama Slamet Bowo Santoso saat menyambangi RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (12/1/2021).

"Baru menikah satu bulan 20 hari. Tanggal 20 Jan, genap 2 bulan. Istri dalam kondisi hamil 3 minggu," kata Slamet.

Slamet mengatakan, bahwa Mulyadi sudah lama tinggal di Jakarta.

Baca Juga: Wali Kota Serang Bela Sungkawa Warganya Jadi Korban Sriwijaya Air Jatuh

Menurutnya, almarhum sudah kurang lebih 10 tahun di Jakarta, selain itu korban kerap kali pulang pergi Jakarta-Pontianak. Namun nahas, keberangkatannya kali ini dari Jakarta ke Pontianak berujung kecelakaan.

Keluarga saat menunjukkan foto eks PB HMI Mulyadi P Tamsir dan istri, korban tragedi Sriwijaya Air. (Suara.com/Bagaskara)
Keluarga saat menunjukkan foto eks PB HMI Mulyadi P Tamsir dan istri, korban tragedi Sriwijaya Air. (Suara.com/Bagaskara)

"Almarhum sudah ada di Jakarta sudah 10 tahun. Baru kemarin mau ke Pontianak. PP-nya (pulang pergi) sudah sering. Domisili di Jakarta," tuturnya.

Lebih lanjut, Slamet dan keluarga kini hanya bisa berserah diri kepada tuhan berharap ada kabar baik terkait Mulyadi dan istrinya. Pihaknya masih menunggu kabar baik dari tim DVI RS Polri.

"Kami percayakan kepada tim DVI, terima kasih semuanya kami sudah disupport. Mohon doa supaya kami bisa bawa kembali keluarga kami ini," tandasnya.

Diketahui, pesawat Sriwijaya Air SJ-182 jatuh di perairan Kepulauan Seribu antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta pada Sabtu (9/1/2021).

Baca Juga: Ibu dan 3 Anak Korban Tragedi Sriwijaya, Suami: Kok Gak Sampai-sampai

Pesawat bernomor registrasi PK-CLC jenis Boeing 737-500 itu sempat hilang kontak setelah take off dari Bandara Sukarno Hatta pada pukul 14.40 WIB dan dijadwalkan mendarat di Bandara Supadio Pontianak pukul 15.50 WIB.

SJ-182 hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait