Pernyataan PB IDI Terkait Tuduhan Gagalnya Vaksinasi Presiden Jokowi

Viral surat terbuka yang meminta pemerintah mengulang proses vaksinasi Presiden Joko Widodo karena dianggap gagal.

Risna Halidi | M. Reza Sulaiman
Kamis, 14 Januari 2021 | 15:25 WIB
Pernyataan PB IDI Terkait Tuduhan Gagalnya Vaksinasi Presiden Jokowi
Presiden Joko Widodo (tengah) saat vaksinasi Covid-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/1/2021). [ANTARA FOTO/HO/Setpres-Agus Suparto]

SuaraBogor.id - Sebuah surat terbuka yang meminta pemerintah mengulang proses vaksinasi Covid-19 untuk presiden Joko Widodo viral di media sosial.

Pada surat terbuka itu, tercantum nama dr. Taufiq Muhibbuddin Waly, Sp.PD yang mengaku berprofesi sebagai seorang dokter dari Cirebon, Jawa Barat.

"Setelah melihat berkali-kali video itu dan berdiskusi dengan para dokter serta para perawat senior, maka saya menyimpulkan bahwa vaksinasi yang anda lakukan adalah gagal," tulis Taufiq.

Alasannya, suntikan vaksin seharusnya menembus otot, atau dalam bahasa kedokteran disebut sebagai intramuskular dan dilakukan dengan tegak lurus 90 derajat.

Baca Juga:Vaksinasi Covid-19 untuk Tenaga Kesehatan

Menurut Taufiq, penyuntikkan vaksin Covid-19 ke tubuh presiden Joko Widodo tidak dilakukan dengan benar, maka vaksin tidak menembus otot dan tidak akan memiliki efek perlindungan.

Taufiq juga menyinggung risiko terjadinya Antibody Dependent Enhancement (ADE), kondisi di mana virus mati yang ada di dalam vaksin masuk ke jaringan tubuh lain dan menyebabkan masalah kesehatan.

"Pada akhirnya demi rasa kasih sesama manusia dan untuk tidak dimurkai Tuhan sebagai orang-orang yang menyembunyikan ilmunya, maka saya menasihatkan anda untuk mengecek rapid antibody sebelum mengulang vaksin yang gagal itu," tulisnya lagi.

Hal itu lantas menuai tanggapan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia atau PB IDI.

Viralnya surat terbuka untuk Presiden RI ini sudah diketahui oleh Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI).

Baca Juga:Romantis, Pundak Wawalkot Dedie Dipijat Istri hingga Ditemani Suntik Vaksin

Ketua PB IDI dr Daeng Mohammad Faqih mengatakan, tulisan tersebut merupakan suatu opini dari penulis dan bukan berdasarkan data serta kajian ilmiah.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Lifestyle

Terkini

Tampilkan lebih banyak