facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Umat Agama Islam Wajib Tahu Asal-usul Penamaan Kalender Hijriyah

Andi Ahmad S Sabtu, 20 Februari 2021 | 09:05 WIB

Umat Agama Islam Wajib Tahu Asal-usul Penamaan Kalender Hijriyah
Ilustrasi Sholat pada bulan Hijriyah. (Antara)

Menurut Ahmad Zarkasih dalam bukunya mengatakan, nama bulan pada kalender Hijriyah bukanlah wahyu kepada umat muslim.

SuaraBogor.id - Umat Agama Islam wajib tahu asal-usul penamaan kalender Hijriyah. Menurut Ahmad Zarkasih dalam bukunya mengatakan, nama bulan pada kalender Hijriyah bukanlah wahyu kepada umat muslim.

Tapi, penamaan kalender Hijriyah ternyata sudah digunakan dari dulu, selama berabad-abad oleh bangsa Arab. Tentunya umat Agama Islam wajib tahu itu.

"Mereka terbiasa menggunakan bulan sebagai media untuk menentukan waktu, karena itu penanggalan mereka disebut dengan al-Taqwim al-Qamari (kalender bulan). Meski begitu ada beberapa suku di selatan Jazirah Arab (Yaman) yang menggunakan matahari sebagai media untuk menentukan waktu,” ujarnya, Jumat (19/2/2021) kemarin.

Adapun bulan-bulan itu dinamai sesuai dengan keadaan alam atau sosiologi dan budaya yang mereka lakukan pada bulan tersebut. Karena banyaknya jumlah suku bangsa Arab, dengan kebiasaan dan kultural yang berbeda, maka nama bulan yang mereka gunakan juga berbeda-beda.

Baca Juga: 5 Doa Hari Jumat Penuh Berkah

Bukan hanya nama, penomoran dalam bulan qamari juga baru ditetapkan setelah adanya kebijakan politik Umar bin Khattab yang mengeluarkan perintah untuk membentuk kalender Islam.

Sejak saat itu, Muharram ditetapkan sebagai bulan pertama kalender Islam yang kini dikenal dengan kalender Hijriyah.

Pada 412 Masehi, terjadi konvensi para petinggi lintas suku dan kabilah bangsa Arab di Makkah pada masa kepemimpinan Kilab bin Marrah (kakek keenam Nabi Muhammad). Mereka menentukan dan menyamakan nama-nama bulan agar memudahkan dalam transaksi perdagangan.

Mengacu pada budaya orang Arab, sebelum Islam, yang menamakan bulan sesuai kejadian atau peristiwa khas yang terjadi pada waktu tersebut, Rajab sudah menjadi bulan yang dimuliakan.

Orang-orang Arab sepakat mengharamkan terjadinya pertumpahan darah dalam bulan tersebut mengingat orang-orang Arab sangat gemar berperang.

Baca Juga: Disebut Tak Salat dalam Buku Pelajaran, Ganjar : Tak Perlu Diperpanjang

Ketika Islam datang, kemuliaan itu dipertegas dengan banyaknya wahyu dan sabda Rasulullah SAW yang menguatkan kemuliaan Rajab. Abu Nashr al-Farabi menjelaskan dalam kitabnya Al-Shihah Taaj al-Lughah, "Rajab artinya mulia. Aku merajabkan sesuatu yakni memuliakannya dan mengagungkannya dan sesuatu itu mulia. Dan karena itulah rajab dinamakan rajab, karena memang orang-orang terdahulu di zaman jahiliyah memuliakan bulan tersebut dan tidak menghalalkan peperangan."

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait