"Mulai penanganan kedaruratan, fase akut, fase tenang, dan rehabilitasi sampai pasien itu dinyatakan sehat dan boleh pulang," katanya.
Ia mengungkapkan pasien dari Garut itu kondisinya sudah menunjukkan baik, terbukti sudah bisa berinteraksi dengan orang lain, berbeda saat diantar keluarganya dalam kondisi cukup memprihatinkan.
Bahkan, lanjut dia, pasien tersebut ada yang dirantai tangannya, dan diikat saat dibawa dari rumahnya menuju Klinik Atma Cimurah di Kecamatan Karangpawitan.
"Dulu ada yang dirantai, datang dengan kondisi diikat, sekarang coba lihat pulangnya seperti orang biasa saja, sekarang sudah bisa melakukan kegiatan sederhana," katanya.
Baca Juga:Pantau Vaksinasi di Kota Bogor, Ini Harapan Jokowi
Salah satu orang tua dari pasien ODGJ yang sembuh, Robahrudin asal Kecamatan Limbangan mengaku senang anaknya sudah terlihat lebih baik dari sebelumnya.
Ia mengaku sebelumnya sering mengamuk dan marah-marah, sekarang berdasarkan keterangan tim dari RSU Marzoeki Mahdi sudah dalam keadaan baik, meski begitu tetap akan mendapatkan perhatian khusus dan memberinya obat.
"Bapak bersyukur ada bantuan dari pemerintah bisa cepat sembuh," katanya.
Sementara itu, warga Garut yang mendapatkan rehabilitasi di Bogor diantar langsung menggunakan bus menuju Klinik Atma Cimurah Garut untuk penyerahan secara resmi.
Usai serah terima, pendataan, dan pembinaan kepada pasien maupun keluarganya itu selanjutnya dibawa menggunakan mobil ambulans ke rumahnya masing-masing. [Antara]
Baca Juga:Presiden Jokowi Tinjau Vaksinasi COVID-19 di Gor Pajajaran Bogor