Astagfirullah! Marak Prostitusi Remaja di Tasikmalaya, Ini Kata KPAID

Praktik prostitusi Pekerja Seks Komersial atau PSK remaja marak di Tasikmalaya.

Andi Ahmad S
Minggu, 28 Maret 2021 | 08:30 WIB
Astagfirullah! Marak Prostitusi Remaja di Tasikmalaya, Ini Kata KPAID
Ilustrasi PSK di Tasikmalaya. [Istimewa/Polresta Solo]

SuaraBogor.id - Praktik prostitusi Pekerja Seks Komersial atau PSK remaja marak di Tasikmalaya. Bahkan, para aktifitas PSK tersebut sudah muncul sejak lama.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto mengatakan, pihaknya sudah melakukan diagnosis beberapa tahun lalu, terkait maraknya PSK remaja Tasikmalaya.

"Setelah adanya diganosis KPAID beberapa tahun lalu, sekitar tahun 2018 lalu. Makanya kami tidak heran," kata Ato, dilansir dari Ayobandung.com -jaringan Suara.com Minggiu (28/3/2021).

Ato menambahkan, pihaknya masih cukup kesulitan dalam penanganan PSK remaja yang saat ini cukup banyak bermunculan, khusunya dalam mendapatkan informasi yang akurat.

Baca Juga:Wisata Tasikmalaya: Kisah Buaya Putih dan Ikan Penjaga Danau Angker

"Apalagi prostitusi remaja itu cenderung ada di setiap wilayah Kabupaten Tasikmalaya," kata Ato.

Menurut Ato, saat ini pihaknya masih terus berusaha mencari informasi yang akurat mengenai penyebab terjadinya prostitusi remaja itu.

Karena, selama yang KPAID ketahui bahwa penyebab itu dari pola asuh orang tua. Di mana kurang memahami karakter anak dari orang tua dan juga penggunaan media sosial.

"Termasuk karakter pergaulan anak, contoh kasus saat ini yang terjadi, yakni orang tua gagal dalam pembinaan teknologi. Apalagi teknologi saat ini sangat mudah memengaruhi remaja," kata Ato.

Ato menduga, bila permasalahan tersebut tidak bisa dicegah oleh pola asuh orang tua yang baik, maka akan muncul permasalahan negatif salah satunya prostitusi remaja.

Baca Juga:Prostitusi di Balikpapan, Eks Lokalisasi Disarankan Dibangun Gedung Sekolah

"Sehingga tekan kami KPAID dalam pencegahan merangkul semua pihak, karena ini tidak semata-mata kewajiban pemerintah, melainkan semua pihak. Utamanya pola orang tua. Pemerintah dismohon untuk lebih respon dalam permasalahan ni," kata dia.

Untuk menyikapi itu, KPAID sendiri terus melihat potensi-potensi dengan memberikan pembinaan kepada orang tua. Juga merangkul instansi-instansi lainnya.

"Kami juga terus melaksnakan sosialisasi di setiap kegiatan baik pengajian, acara desa, dan lainnya," kata Ato.

Ato berharap, dengan tingginya kasus itu, menjadi perhatian semua pihak termasuk Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya lebih responsif.

"Mudah-mudahan ini menjadi perhatian, khususnya bagi orang tua, dalam meningkatkan pola asuh yang baik dan benar," harap dia.

Sampai saat ini, cukup banyak yang permasalahan prostitusi remaja itu. Selama tahun 2021 saja, KPAID sudah mendampingi 23 kasus prostitusi remaja itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak